Mengapa Aku Mencintai FLP

(Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba essay “Aku dan FLP”)

halal bi halal FLP Bekasi

Acara halal bi halal FLP Bekasi (dok.pribadi)

Hobi menulis memang sudah tumbuh sejak aku memasuki dunia kampus. Tahun 2010 adalah tahun pertamaku membuat blog. Awalannya hanya digunakan untuk sharing tentang dunia perkuliahan. Namun, kemudian tertarik untuk mengikuti lomba essay. Lomba essay pertama yang aku ikuti adalah tingkat kampus yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dari sanalah mulai berkembang minat menulisku. Semakin bersemangat ketika lomba yang diikuti tercantum namaku menjadi salah satu pemenangnya.

Setelah 3-4 tahun berlalu, ada keinginan untuk menghasilkan sebuah karya. Membuat buku adalah salah satu impianku. Buku bukan hanya jendela dunia bagiku. Lebih dari itu, buku adalah suatu warisan peradaban. Ia akan terus hidup meskipun penulisnya sudah tidak ada. Ia adalah bukti eksistensi kebermanfaatan seorang penulis. Maka dari itu, aku ingin memberikan suatu karya yang akan selalu terkenang oleh semua orang.

Bergerak sendiri adalah suatu kemustahilan bagiku untuk berkembang menjadi penulis yang handal. Aku sadar butuh komunitas yang memberikan pencerahan ilmu tentang dunia kepenulisan. Lalu aku coba searching di facebook tentang beberapa komunitas menulis. Komunitas menulis yang pertama aku kenal adalah Forum Lingkar Pena, atau biasa disebut FLP.

Aku harus menunggu sekitar satu bulan untuk mengikuti acara Grand Opening FLP Bekasi. Pembukaan FLP Bekasi angkatan 13 dimulai dengan seminar How to Monetize Your Blog. Seminar yang sangat bermanfaat disampaikan oleh seorang blogger profesional, Kang Arul, untuk memberikan pencerahan tentang dunia blog dan menulis. This is awesome!

Setelah mengikuti Grand Opening FLP tanggal 10 April 2016, kemudian selang beberapa minggu mengikuti pelatihan perdana. Pelatihan untuk Anggota Pramuda, sebuah nama yang baru aku kenal, merupakan jenjang awal pengkaderan di FLP.  Pelatihan selama 9 bulan merupakan rentetan keilmuan yang harus dijalani anggota Pramuda sebelum menjadi anggota Muda.

Aku masih teringat pertemuan pertama oleh Kak Sudiyanto, Ketua FLP Jakarta Raya. Pembawaannya yang santai, sedikit humoris, terkadang juga serius, membuat pelatihan pertama tentang ke-FLP-an dan keorganisasian semakin menarik dan terasa santai namun tetap tersampaikan tujuannya.

“Dunia kepenulisan itu butuh proses. Perlu mental, waktu, konsisten, dan habit

Itulah salah satu pesan yang disampaikan Kak Sudi, katanya beliau biasa dipanggil Romo Sudi, entah benar atau tidak tapi rasanya aku masih canggung menyebutnya dengan panggilan “Romo”.

Pertemuan perdana

Pelatihan perdana oleh Kak Sudi (dok.pribadi)

  1. Mental yang perlu disiapkan

Dalam dunia kepenulisan, hal yang pertama dibangun adalah mental. Persiapan mental adalah modal utama sebagai seorang penulis. Mental yang tertanam adalah mental seorang pejuang.  Sehingga, Seberat apapun ujian yang datang maka ia tidak akan pernah mundur untuk terus menulis.

  1. Butuh waktu khusus

Layaknya sebuah pekerjaan kantoran, menulis pun harus memiliki waktu-waktu khusus. Bedanya dengan pekerjaan pada umumnya, kitalah yang menentukan waktu menulis. Begitulah enaknya menjadi seorang penulis. Be a writer is full of freedom.

  1. Konsisten

Kemudian setelah waktu yang sudah dijadwalkan maka kita pun harus komitmen dan konsisten menjalani jadwal yang sudah disepakati. Biasanya peraturan yang kita buat sendiri malah dilanggar oleh kita sendiri. Itulah yang harus dihindari jika ingin menjadi seorang penulis.

  1. Jadikan kebiasaan

Puncaknya adalah ketika mental sudah siap, waktu menulis sudah terjadwal, dan konsisten sudah terjaga akan melahirkan sebuah kebiasaan dengan sendirinya. Ini adalah kegiatan yang tidak bisa kita tolak kehadirannya karena ini sudah terlahir sendiri dan kita sangat menikmati kebiasaan ini.

Kak Sudi juga menjelaskan target utama ketika masuk sebagai anggota Pramuda FLP adalah TAHU DAN BISA. Tahu dalam arti mengenal dan memahami metode dalam dunia kepenulisan. Seperti menulis cerpen, novel, resensi, opini, dan lain sebagainya. Bisa yaitu kita mampu melakukan apa yang sudah diberikan para mentor dalam setiap pelatihannya. Kenapa setiap pelatihan ada tugas? Itulah supaya kita bukan hanya tahu ilmunya tetapi bisa juga dalam mempraktekkannya.

Kemudian apa yang membedakan FLP dengan komunitas menulis lainnya? Kak Sudi menjelaskan bahwa penulis-penulis yang berasal dari FLP mempunyai warna tersendiri dalam tulisannya. Warna FLP ada dua, yaitu nilai positif dan nilai mencerahkan. Setiap tulisan yang dibuat tidak sekedar menulis melainkan ada unsur positif yang dibawa. Entah itu tentang sosial, pendidikan, cinta, atau hal lainnya. Juga memberikan sesuatu yang inspiratif dan mencerahkan kepada para pembacanya. Karena pada dasarnya, FLP mengajarkan untuk dakwah bil qalam. Sehingga setiap pena yang mewarnai tulisan-tulisan, selalu ada rangkaian kalimat kebaikan didalamnya.

Suplemen utama dari menulis adalah membaca. Berapa banyak buku yang dibaca menentukan seberapa kualitas apakah tulisannya. Sejatinya dengan membaca kita akan mendapatkan beberapa pengaruh. Mulai dari perbendaharaan kata yang semakin bertambah, Wawasan pengetahuan yang semakin luas, dan Passion dalam dunia literasi juga semakin terbangun.

Aku sangat senang sekali melihat teman-teman pramuda FLP Bekasi. Aku merasa memiliki keluarga baru yang aku idam-idamkan. Disana aku mendapatkan orang-orang yang memiliki hobi dan tujuan yang sama. Hobi menulis bisa ditemukan oleh banyak orang. Namun, orang yang visioner dalam hal membudayakan literasi itu jarang kita dapatkan. Di Forum Lingkar Pena-lah aku menemukan keduanya.

Biasanya kesalahan seseorang yang mengikuti setiap seminar atau pelatihan terletak pada follow up dari pribadinya. aku tidak mau seperti orang yang hanya bersemangat dalam acaranya saja. Untuk itu kemudian aku membuat beberapa langkah follow up untuk memberikan pengingat dalam alat konsistensi aku dalam menulis, diantaranya membuat akun di beberapa platform blog lokal seperti kompasiana, membuat blog baru Aldina Fey , meresensi beberapa buku (contohnya buku karya Bunda April), dan  juga bergabung dengan komunitas Blogger Jakarta.

blogger jakarta

Bersama Blogger Jakarta (dok.pribadi)

Aku pernah memimpikan membuat buku untuk dijadikan salah satu mahar pernikahan kelak. Menjemput jodoh melalui pacaran tidak ada dalam kamus hidupku. Untuk itu, aku lebih memanfaatkan waktu dengan menulis.

Berbicara tentang buku, aku teringat pertama kali bertemu dengan beberapa teman pramuda. Ada diantara mereka yang sudah membuat buku. Obviously, it made me fired! Aku justru semakin bersemangat untuk membuat suatu karya. Kemudian aku pun mengatur ulang sistem manajemen waktuku untuk menuliskan naskah buku. Aku memfokuskan menuliskan naskah pada bulan Ramadhan dan Syawal tahun ini.

Alhamdulillah satu bulan setelah diberikan ke penerbit, karya pertamaku pun dibukukan. Meskipun tidak dilakukan proses persaingan ketat dengan penulis lain. Tetapi bagiku, bukan masalah penerbit indie atau mayor yang menerbitkan buku kita, tetapi adakah nilai yang tersimpan dalam karyanya?

IMG-20160810-WA0002

Buku pertama (dok.penerbit DM)

Ini masih langkah awal dan aku berharap langkah ini akan terus melaju.

Terima kasih FLP

Itulah mengapa aku mencintai FLP.

_Ferry Aldina_

10 thoughts on “Mengapa Aku Mencintai FLP

  1. Selain karna passion, Lingkungan yang mendukung ternyata kenyataannya membuat seseorang lebih semangat dalam meraih impiannya ya kang🙂 kalau kata romo “bermimpilah, jangan lupa bangun, lalu wujudkan” mudah-mudahan saya bisa bangun dan mengikuti jejak kang ferry dg sebuah awal yg bagus ya. Hehe.

  2. Assalamualaikum.
    Salam blogger dan pena Bang ‘Fey ^_^
    Baca tulisan Bang ‘Fey jadi inget waktu dulu2 ikut FLP dan berkecimpung di dalamnya
    Nostalgic!
    Semoga tetep nulis dimanapun dan kapanpun berada. Aamiin
    #ditunggu kunjungan balasannya =D

    • waalaikumsalam. kalau pake blog nya dari blogspot, akhi tinggal masuk ke tata letak – tambahkan widget – pilih gambar – lalu upload gambar FLP – masukkan link FLP – save

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s