Bukan Aku Tak Suka Paras Cantikmu

menjaga_pandangan

Menjaga Pandangan : dok.mirajnews.com

Mata adalah sebuah perisai hati. Ia akan senantiasa menguatkan hati dan anggota tubuh lainnya. Tidaklah seorang yang baik hatinya melainkan dia selalu menjaga pandangannya. Karenanya, ketika pandangan sudah tidak dijaga maka tidak heran hatinya pun mudah rapuh.

Gazhwul Bashar di era digital ini banyak tantangannya, terutama bagi lelaki. Kenapa? Laki-laki lemah dalam mata (pandangan). Ini adalah sudah fitrah seorang laki-laki. Hawa nafsu yang dibumbui syahwat itu dimulai dari pandangan yang tidak terjaga.

Bagi para perempuan, Allah menciptakan kalian sungguh sempurna. Semua bagian tubuhnya adalah anugrah yang patut disyukuri. Salah satu bentuk kesyukuran yang harus dilakukan adalah menjaganya dalam balutan hijab. Sejatinya, dengan menutup aurat, itu merupakan upaya menghindari dan melindungi diri.

Dunia maya sungguh menjadi fitnah bagi semua orang. Sungguh, bukan aku tidak menyukai penciptaan wanita yang teramat sempurna. Paras cantiknya menambah kesempurnaan akan penciptaan-Nya. Karenanya, dengan adanya jilbab itu sudah menjadi solusi dalam mengurangi dosa para lelaki yang memandang para perempuan.

Meskipun, dalam balutan jilbab pun lelaki masih kurang dalam menjaga pandangannya. Sehingga tidak heran jika ada sebagian orang yang berpendapat lebih baik wanita tidak menampakan wajah aslinya di media sosial.

Apalagi fenomena sekarang adalah zamannya selfie. Ini adalah ujian terbesar bagi semua orang, terkhusus wanita. Rasanya tidak lengkap untuk berselfie ria. Yang salahnya itu adalah ketika fotonya diunggah di beberapa jejaring media sosial. Semakin besar godaan untuk para lelaki. Semakin berat pula untuk menjaga pandangan.

Ada dua hal yang menurutku harus dilakukan oleh laki-laki ataupun perempuan dalam menghadapi arus fitnah media sosial.

  1. Menjadikan media sosial sebagai sarana kebaikan
dakwah-melalui-media-internet-8-638

internet sarana dakwah

Hal yang paling efektif dalam berinteraksi di dunia maya adalah dengan cerdas bermedia sosial. Kita harus berupaya memaksimalkan media sosial sebagai sarana dakwah. Share artikel yang bermanfaat, menuliskan status-status yang baik, dan berbagai macam kebaikan yang bisa dilakukan.

Dengan begitu kita bisa memanfaatkan waktu luang kita menjadi lebih produktif. Lebih baik kita menikmati kesibukan dalam waktu luang daripada kita vakum tidak mempunyai agenda dan ujung-ujungnya syetan mudah menggoda dalam kesepian. Entah itu kesepian diri atau kesepian aktivitas.

  1. Menikah
menikah

Get married

Solusi yang paling ampuh ketika kita tidak kuat dalam menjaga pandangan adalah dengan menikah. Iman kita bisa turun dan bisa juga naik. Entah kapan kita bisa konsisten dengan iman yang kuat. Seringkali kita juga merasa lemah. Sehingga syetan pun menggoda dengan kelemahan manusia. Laki-laki dengan matanya dan Perempuan dengan telinganya. Jadi, dengan menikah maka pandangan pun bisa terjaga. Tentunya dengan kesiapan yang matang.

Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s