Mungkinkah #IndonesiaTanpaPacaran atau #IndonesiaTanpaJIL?

tanpapacaran

“Cinta memang gila”. Tak heran jika Band Netral membuat lagu dengan judul seperti itu. Karena cinta begitu adanya. Cinta tumbuh dalam hati, kemudian bergelora dalam jiwa, berkembang dan membuat sesiapa yang memilikinya menjadi berubah sikap. Perubahan ini kadang tidak bisa masuk akal. Inilah mungkin “cinta” yang dikatakan Band Netral “memang gila”. Ia tidak pernah permisi dan tak pernah kompromi.

Kita menyadari bahwa cinta selalu hadir kapan saja. Hanya saja pengelolaan cinta yang tidak tepat menjadi akar permasalahan selanjutnya. Tidak heran banyak kasus yang berakar dari buah cinta yang salah. Pemahaman dangkal tentang cinta membuat seseorang terbuai dalam angan – angan sehingga terjadilah penyimpangan sosial.

Ada riset yang sangat mencengangkan pada tahun 2015. Pusat studi TB – HIV Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pernah melakukan survey untuk mengetahui perilaku dan layanan kesehatan populasi kunci di kota Bandung. Hasilnya adalah :

  • Remaja usia 15 – 19 tahun 73% pernah melakukan transaksi seks
  • Remaja usia 20 – 24 tahun sebanyak 51% pernah melakukan hubungan seks

Naudzubillah tsumma naudzubillahi min dzalik. Kengerian semacam itu cukup jadi pembelajaran saja bahwa kita harus mengetahui ilmu tentang cinta. Jangan sampai syetan masuk ke ranah cinta suci antara dua insan. Lelaki jangan sekali – kali menaruh harapan besar terhadap wanita jika memang belum siap menikahinya. Wanita pun jangan terbuai dengan gombal rayu seorang laki – laki. Karena sesungguhnya rayuan laki – laki sebelum menikah itu datangnya dari syetan.

“Tidak ada solusi yang lebih baik bagi dua insan yang sedang jatuh cinta selain menikah”

Hadits Riwayat Ibnu Majah

Sayangnya cinta timbul terlalu cepat. Ia persis seperti jet darat, kecepatan datangnya membuatnya tak terlihat tetapi getarannya sangat terasa. Namun bukan hal yang perlu dipersalahkan jika cinta datang begitu cepat. Hanya saja ia perlu memiliki pemahaman bahwa cinta itu harus selalu utuh dan suci sampai datang hari penantian. Hari dimana dia dan pujaannya menjadi raja dan ratu di singgasana cintanya. Penuh dengan doa kebarakahan dari saudaranya, terlebih lagi saudara seiman.

Secara logika saja, kalau dua orang pelajar SMP dan SMA sudah mulai memiliki rasa cinta terhadap lawan jenisnya bagaimana? Berarti harus dinikahkan dong. Maaf, saya bukan pemilik logika aneh seperti itu. Terlebih lagi para pelajar  bisa menyalurkan aktivitas positif di kegiatan sekolahnya. Belajar lebih serius demi cita – citanya demi masa depan yang lebih baik demi kebanggan orang tua. Terlebih lagi rasa cinta yang dimiliki orang tua lebih besar daripada cinta semu yang bergelora dalam jiwa.

“Iblis beserta pasukannya pun tidak akan tinggal diam melihat manusia berada dalam jalur kebaikan”

Tidak henti – hentinya iblis menggoda manusia di setiap kesempatan. Dibuatnya kemaksiatan sebagai kesenangan tiada tara. Dijauhkannya manusia dari amal kebaikan. Begitu banyak cara yang dilakukan agar manusia tersesat kehilangan arah tujuan hidup. Ada percakapan menarikantara Allah dan iblis dalam Surat Al – ‘Araf ayat 14 sampai dengan 17.

(Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.”

(Allah) berfirman, “Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.”

(lblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

Tafsir ayat ke 17 dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan” Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat . “dan dari belakang mereka” : membuat mereka cinta dunia. “dari kanan” : urusan – urusan agama akan dibuat tidak jelas. “dan dari kiri mereka” : dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan.

Begitulah janji iblis. Janji sepanjang hayat. Sepanjang masa sampai hari dibangkitkan itu tiba. Manusia menjadi target utama penyesatan dari iblis laknatullah. Sampai sekarang pun iblis berhasil menyesatkan banyak orang. Ada pula yang kuat dari godaannya, tentu atas kuasa Allah. Semoga kita dimasukkan menjadi orang yang kuat dan kokoh fondasi imannya. Sehingga berada dalam jalur lurus menuju Allah SWT.

Pendeskripsian cinta pun demikian. Jangan sampai kita diperdaya oleh iblis sehingga cinta suci dari Allah SWT menjadi menyimpang.

“Dan jangan lah kamu mendekati zina ; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” QS Al Isra : 32

konspirasi

Pernahkah mengenal sosok Abdullah bin Ubay? Dialah sosok munafik di zaman Rasulullah SAW. Meskipun ia sudah menyatakan islam setelah Perang Badr. Namun kepura – puraan itu sudah diketahui Nabi Muhammad SAW.

Seperti halnya pada perang Uhud. Sesaat sebelum fajar menyingsing, selagi shalat subuh hampir dilaksanakan, sementara musuh sudah dapat dilihat dan musuh pun dapat melihat mereka, tiba – tiba Abdullah bin Ubay membelot. Tidak kurang dari sepertiga anggota pasukan yang menarik diri. Mereka berkata, “Kita tidak tahu atas dasar apa kita memerangi diri kita sendiri?” (Sirah Nabawiyah, Syeikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri, hal 284 – 285)

Sungguh jika bukan karena pertolongan Allah mungkin saja dua golongan yang bergabung dalam pasukan Muslimin, Bani Haritsh dari Aus dan Bani Salimah dari Khazraj hampir saja kehilangan semangat. Sampai Allah menguatkan mereka sehingga kembali kepada pasukan Muslimin. Sungguh celaka orang munafik seperti Abdullah bin Ubay.

Cinta dan benci. Baik dan jahat. Senang dan sedih. Sudah menjadi sunnatullah bahwa kebaikan selalu berdampingan dengan keburukan.

Musuh Allah seperti Abdullah bin Ubay tidak berpikir selain bagaimana caranya untuk memecah belah masyarakat islam dan menggerogoti kalimat islam. Dia membantu musuh, ikut campur dalam urusan Bani Qainuqa’, berkhianat, memecah belah pasukan Muslimin pada waktu Perang Uhud, menyusupkan keresahan dan keguncangan di barisan mereka. (Sirah Nabawiyah, Syeikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri, hal 371)

Makar yang dilakukan orang munafik tidak hanya pada zaman Rasulullah SAW. Zaman sekarang semakin berkembang faham – faham menyimpang. Padahal sebenarnya mereka menyatakan dirinya islam namun seringkali mengkritisi islam. Naudzubillah bahkan pernah menyatakan Al Quran sudah tidak otentik lagi. Semoga kita dijauhkan dari pemahaman seperti itu. Islam adalah satu – satunya agama yang diridhai oleh Allah SWT. Semua agama sama dan faham tidak bertuhan adalah kedua pemikiran bodoh yang pernah ada.

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai islam sebagai agamamu.” Al Maidah : 3

Wallahu’alam bis shawab.

.:: Aldina Fey ::.

 

11 thoughts on “Mungkinkah #IndonesiaTanpaPacaran atau #IndonesiaTanpaJIL?

  1. Sebagai guru dari siswa yang rata2 remaja karena saya mengajar di MAN. Artikel ini menginspirasi saya cara mengingatkan siswa agar tidak terjerumus dalam pacaran. Terimakasih sharingnya. jazakillah ahsanl jazaa
    sangat bermanfaat (y)

  2. berdoa saja #IndonesiaTanpaPacaran bisa terwujud
    kebanyakan yang pacaran memang kalangan remaja anak sekolahan. kalau targetnya mereka coba tulisannya diperingan supaya menarik pembaca remaja untuk membaca tulisannya🙂

  3. Kekuatan doa dan tangan yang bergandengan. Bersatu padu sesama muslim menyebarkan ilmu dan kebaikan (dakwah) pada seluruh lapisan masyarakat.
    Insya Allah, #IndonesiaTanpaPacaran tidak akan sekadar menjadi hastag di media-media sosial.

  4. pengelolaan cinta yang tidak tepat menjadi akar permasalahan selanjutnya. Sependapat, pada dasarnya hidup sungguh tidak lain adalah meraih cinta. Namun belum banyak org menyadari dg cinta sejati kepadaNya (cinta pada puncak kesempurnaannya) sebab cinta sesungguhnya seperti org yang minum namun tanpa haus. Semoga virus #IndonesiaTanpaPacaran terus menyebar ya kang ! Amin hehe.

  5. Saya sangat mendukung Indonesia Tanpa pacaran.

    Pacaran itu tidak ada gunanya sama sekali. Bohong jika dibilang untuk mengenal satu sama lain. Saat pacaran sesungguhnya hanya menampakkan sisi baik, seperti memakai topeng. Jika tidak suka langsung marah Dan kemudian putus.

    Sedang menikah, disana tidak akan bisa menyembunyikan sifatmu yang sesungguhnya. Sekecil apapun, kentut bau, suka tidur ngorok, suka tidur ngiler. Semuanya tidak bisa disembunyikan. Dan pasangan hidup harus belajar legowo menerimanya sambil memperbaiki diri.

    Maka pernikahan adalah sebaik-baik tempat untuk saling mengenal, memperbaiki diri diiringi mendekatkan diri pada Ilahi.

    Jadi bagaimana klo cinta datangnya lebih cepat? Islam sudah mengajarkan untuk berpuasa atau mungkin bisa mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.

    Semoga banyak yang sadar jika pacaran itu tidak ada manfaatnya..sehingga program Indonesia Tampa pacaran dapat terwujud.

  6. Rasa cinta adalah naluri yg pasti dimiliki oleh setiap manusia. Namun bukan berarti rasa cinta itu diungkapkan dengan jalan pacaran

    Pemuda harus dipahamkan bgmna hakikat cinta yg sesungguhnya.Disinilah peran dakwah sangat diperlukan. Insya Allah #IndonesiaTanpaPacaran sangat mungkin terwujud

  7. Pada hakikatnya, cinta itu suci. Hanya orang yang tersesatlah yang menodai kesucian cinta. Yah, ia tersesat karena buaian nafsu dalam jiwa yang bergelora. Jika ia sadar, itu adalah ajakan syetan yang membawa kemurkaan sang pencipta (Allah SWT).

    Saya sependapat dengan tulisan diatas. Sunguh ini adalah realita di penghujung zaman. Semoga banyak remaja yang tergugah jiwanya untuk kembali ke jalan yang diridho’i-Nya. Indonesia tanpa pacaran? Saya dukung! ^-^

  8. Para remaja sekarang ini harus bisa mengendalikan diri .. Terlebih lagi jika punya perasaan cinta.Remaja sekarang ini,dapat merasakan perasaan cinta dimana saja.Salah satu penyebab remaja sekarang dapat merasakan apa itu cinta adalah Sinetron dan Film.
    Sinetron dan Film lebih banyak menggunakan tema percintaan daripada pelajaran.Meskipun ada tema pelajaran,pasti ada percintaannya juga.Mereka yang menonton film/sinetron akan merasakan perasaan jalur ceritanya.DAn lebihnya,Sinetron jaman sekarang sudah banyak yang mempengaruhi pikiran anak remaja.Membuat mereka kecanduan.
    Jujur,saya juga baru sadar sekarang,dan keinginan untuk berubah pun sangatlah sulit.Jika seseorang sudah menonton sinetron dari awal,maka dia akan menontonnya sampai akhir.Begitu saja mungkin komentar saya..Maaf bila ada salah kata/penjelasan yang tidak dimengerti dan juga kalau komennya sedikit tidak nyambung.,
    Kesimpulan :: Sekarang,para Remaja Meniru kelakuan yang mereka lihat di layar TV,di lingkungan dll sehingga mereka ingin tahu dan meniru kelakuannya.Dan iblis/jin yang akan menumbuhkan rasa cinta yang tidak wajar kepada para remaja hingga melakukan dan meniru hal hal yang tidak sewajarnya.

  9. Cinta adalah fitrah–anugrah dari Allah. Tak ada cinta yang hakikatnya untuk merusak. Kecuali cinta yang disalahgunakan-syahwat yang salah tempatnya. Ironi melihat muda-mudi saat ini tak bisa menjaga kehormatannya. Aku mendukung Indonesia tanpa pacaran. Banyak cara untuk memulai hidup tanpa pacaran. Nikah adalah jalan keluarnya. Jika tak mampu maka berpuasa, menjaga pandangan. Dengan cara memperbanyak kegiatan positif yang bermanfaat. Salam perjuangan. Jazakillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s