Jendela Dunia

By : Aldina Fey

jendela

 “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” Penggalan Hadits Riwayat Bukhari tersebut sebagai pengingat kepada insan yang akan menggenapkan setengah agamanya. Dinamika kehidupan yang akan dilalui bersama pasangannya kelak adalah sebuah miniatur organisasi yang akan menyelesaikan segala permasalahan. Menghadapi dinamika seperti itu perlu dimiliki jiwa pemimpin, minimal memimpin diri sendiri. Karena yang berjiwa pemimpinlah yang bisa mengatasi masalah dengan pikiran jernih dan memberikan solusi dengan pertimbangan akal sehat.

“Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Setiap suami akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Setiap istri juga akan dimintai pertanggungjawaban atas rumah tangga suaminya.” Kelanjutan Hadits tersebut sebagai pelengkap dan penjelas bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini harus ada bentuk tanggung jawab personalnya. Kelak jika kita telah berumah tangga maka yang harus terus dicari adalah ilmu. Kita akan bodoh tanpa ilmu. Pemimpin yang besar akan terus belajar menghargai ilmu yang tidak akan pernah habis dimakan zaman.

Generasi yang lahir dari rahim seorang pembelajar akan menghasilkan benih generasi yang bermanfaat Insyaallah. Sejatinya kita adalah gelas kosong. Kita perlu air untuk mengisinya. Yang perlu ditanamkan dalam diri kita adalah bagaimana kemudian kita memposisikan untuk terus haus akan ilmu. Manusia itu memiliki sifat serakah dan tidak puas. Justru itulah kita – sang pembeda – menjadikan jiwa serakah dan tidak puasnya kedalam luasnya hamparan ilmu.

Ilmu adalah bekal. Kita bisa mendapatkannya darimana pun. Sekolah, pengajian, buku, dan saran belajar lainnya. Selalu berdoa untuk mendapatkan pasangan yang ingin menjadi sholeh/sholehah adalah sesuatu yang wajib bagi insan perindu surga. Perlu disadari, diri ini tidak luput dari dosa dan lebih jelasnya jauh dari kata sholeh atau sholehah. Mendapati pasangan yang sholeh atau sholehah adalah rejeki paling luar biasa.Kita harus berharap menginginkan pasangan yang ingin berubah dari zaman kejahiliannya menuju pancaran hidayah. Karena insan yang menginginkan kesholehan diri tidak akan membiarkan pasangannya terlempar ke dalam jurang kenistaan dunia dan akhirat.

Taubat adalah secret way. Jalan rahasia yang sengaja diberikan oleh Allah bagi para pendosa. Termasuk penulis didalamnya. Semoga kita selalu diberikan secret way dari Allah SWT. Upaya perbaikan diri adalah dengan taubatan nasuha. Apapun profesi kita, apapun jabatan kita, semuanya tidak akan tenteram hatinya tanpa adanya kedekatan kita dengan Sang Khalik. Upaya dalam aspek ruhani harus dijunjung tinggi. Keheningan malam adalah waktu terbaik untuk mendapatkan ketenteraman hati dengan sejenak merendahkan diri kita yang pendosa dihadapan Penerima Taubat, Allah SWT.

Agama sangat penting dalam segala hal. Islam mengajarkan kita semua aspek kehidupan. Tidak ada yang diajarkan dalam islam melainkan sudah tercantum didalam Al Quran dan As Sunnah. Islam mengajarkan sesuatu yang berharga, yakni akhlak. Membekali generasi dengan akhlak adalah point penting dalam berkeluarga. Akhlak yang baik seorang anak kepada orangtua dan kasih sayang orang tua kepada anak. Dua hal itu adalah keindahan tak ternilai harganya. Hanya bisa dibahasakan dengan bahasa hati bahwasanya kehidupan ini akan memberikan ketenangan jika agama menjadi standar hidup dalam berumah tangga.

Pengajaran akhlak di rumah merupak proteksi dini untuk anak ketika terjun ke lingkungan luar. Mulai dari buku, cerita, dan segala hal yang dapat menjadi bekal hidup rumah tangga, untuk orang tua maupun anak. Jendela dunia ini penuh dengan debu – debu kotor. Debu – debu yang merusak jaringan syaraf akhlak. Debu – debu yang bisa mengotori pikiran jernih kita. Kita tak perlu ragu untuk membuka jendela dunia yang penuh debu ini. Justru kitalah manusia pembersih debu – debu kotor itu. Dengan akhlak yang bersih, dengan hati yang selalu taqqarub kepada Allah, dan  amalan – amalan yang bermanfaat maka tidak mustahil debu – debu dunia akan sirna. Insyaallah.

Jendela dunia bagi seorang anak adalah kehidupan kedua setelah kehidupan rumah. Disana mereka menemukan apa yang tidak ada di dalam rumah. Memilah – milah lingkungan teramat penting bagi seorang anak. Itu menunjukkan destinasi masa depan seorang anak. Tidak dipungkiri bahwa lingkungan yang baik akan memberikan keharuman akhlak bagi seorang anak. Teman – teman yang sholeh, aktivitas – aktivitas kebaikan, dan beragam kegiatan bermanfaat lainnya akan membuat seorang anak menjadi seorang yang berguna untuk masa depan. Masa depan dirinya. Masa depan untuk bangsanya. Masa depan untuk agamanya.

Ketika terbuka lebar jendela dunia di mata seorang anak, peran orang tua sangat penting. Mengarahkan kepada lingkungan yang baik adalah tugas wajib orang tua. Mengarahkan tapi membebaskan. Artinya, kita menunjukkan kepada lingkungan – lingkungan yang baik namun membebaskan untuk menjadi pribadi seperti apa itu adalah hak seorang anak. Selagi itu merupakan hal positif maka kita harus dukung. Jangan sampai setelah di lingkungan yang baik pun kita terlalu mengekang aktivitas – aktivitas mereka. Selama ada lingkungan baik dan teman – teman baik yang saling menasehat – nasehati maka insyaallah Allah akan terus menjaganya.

Hal yang paling utama dalam kesuksesan setelah membuka jendela dunia adalah senantiasa berdoa. Berdoa adalah senjata umat muslim. Berdoa adalah kita mengharapkan pertolongan Allah. Berdoa adalah puncak dari ibadah. Kita tidak mau menjadi umat yang sombong karena enggan untuk berdoa.Ialah merendahkan diri kepada Sang Maha Agung, mengharapkan kebaikan di dunia yang fana ini. Jangan sampai kita terlalu terlena dengan kenikmatan sesaat ini. Dunia yang sebentar ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Orang yang sudah meninggal dan diperlihatkan siksaan akibat perbuatan mereka pun meminta belas kasihan untuk diberikan kesempatan hidup kembali. Apalagi kita yang masih hidup.

Berdoa untuk kesuksesan keluarga adalah kunci dari menaklukan dunia. Kesuksesan diri diberi kesabaran dalam mendidik anak. Kesuksesan anak untuk menjadi seorang sholeh dan sholehah. Kesuksesan menjadi pribadi yang bermanfaat. Semoga kita diberikan kekuatan untuk menghadapi godaan – godaan syetan dalam menapaki jalan kehidupan dunia ini. Aamiin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s