Cermin Masa Depan

cermin

cermin diri

Wanita yang baik untuk laki – laki yang baik. Janji yang pasti. Janji dari Sang Penepat Janji. Tak perlu ragu lagi kalau toh kita sendiri memiliki cermin. Berbicara jodoh itu berbicara tentang masa depan. Jodoh yang baik akan memberikan masa depan cerah. Bahkan masa depan akhirat, membangun bahtera yang indah di dunia, menetap menjadi penghuni surga, itulah impian dari semua insan yang memiliki cinta. Semuanya berawal dari cermin.

Tak lengkap rasanya kita tidak memahami definisi cermin. Lebih tepatnya adalah introspeksi. Introspeksi membuat cermin diri menjadi lebih terang dan jelas. Terang tidak gelap. Jelas tidak buram. Gelap karena hitam diri yang tidak bisa membohongi cermin. Buram karena terlalu banyak debu penyakit hati dalam diri. Susah memang menjadi orang baik tatkala syetan gencar mencari teman nerakanya. Susah memang mendapatkan pasangan yang baik jika terus mengingat diri ini jauh dari kata baik sebagai insan. Hanya taubat yang membersihkan hati. Hanya amalan yang mencerahkan cermin diri. Semuanya berawal dari cermin.

Titik temu untuk cermin masa depan ialah dengan mempersiapkan cermin. Bermula dengan adanya kesadaran bahwa diri ini mempunyai cermin masing – masing. Itu merupakan awalan teramat bagus. Tidak jarang orang menyadari akan cerminnya. Tidak heran banyak orang kehilangan akal sehat karena tidak sadar akan adanya cermin diri. Semua hidupnya sia – sia. Terluka. Melukai diri. Menyiksa diri. Remuknya masa depan. Semuanya berawal dari cermin.

Mencari cermin lain (jodoh) adalah sesuatu yang mudah tapi susah. Mudah karena tidak usah jauh – jauh, cermin diri sudah menunjukkan jodohnya itu seperti apa. Susah karena kita yang terlalu berharap tetapi tidak berkaca pada cermin diri. Menginginkan yang tak retak tapi cermin diri masih membiarkan banyak retakan – retakan. Allah mengapresiasi semua usaha hambaNya. Tidak ada manusia yang tidak berbuat salah dan dosa. Tidak ada manusia yang selalu berbuat kebaikan terus menerus. Manusia bukan bersayap seperti malaikat. Manusia bukan cerminan malaikat. Kita hanya hamba yang diberi kebebasa untuk melangkah. Menjadi bagian yang patuh ataukah malah berperan pada kesesatan. Sedikit manusia yang bergelimang dosa nan menggunung tinggi, tapi tidak putus harapan untuk bertaubat. Menjadi bagian dari sedikit manusia itu adalah suatau hidayah yang luar biasa. Karena itulah orang – orang Allah pilih. Orang – orang yang ditunjukkan jalanNya. Sungguh nikmat yang tidak ternilai harganya.

Taubat adalah kunci untuk menghilangkan retakan pada cermin diri. Istiqamah adalah cara terbaik mempertahankan cermin diri agar tetap jelas tidak buram. Berdoa adalah perwujudan menghambakan diri dengan berharap penuh kepada Dzat Yang Maha Kuasa agar cermin diri tetap terjaga kualitasnya. Kualitas hidup mencerminkan pasangan yang terbaik. Berserah diri adalah titik akhir dimana kita sudah taubat, istiqamah, dan berdoa. Mendapatkan jodoh terbaik menurut Allah adalah hadiah terbesar dalam hidup. Tidak ada yang Allah persiapkan untuk hambaNya selain ada makna terkandung didalamnya. Ialah jodoh termasuk didalamnya. KARENA SEMUANYA BERAWAL DARI CERMIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s