Merindukan “Hujan”

By : Aldina Fey

Ini bukan tentang puisi cinta semu

Hanya sebuah goresan pembuktian bahwa hujan pun patut dirindukan

Rasa hilang perlahan jadi arang

Hanya membara di awal dan hilang di penghujung

 

Ini bukan tentang sajak cinta gila

Jeritan hati pun tidak mau aku menyebutnya

Ciri kecengengan hidup penuh dengan keluhan

Haram jika disebutnya. Seakan hidup penuh dengan kegalauan.

 

Ya.. Ini murni tentang rindu

Hujan dari langit dan berharap mengembalikannya ke langit

Dengan doa.

Dengan harapan.

Dengan semangat juang.

 

Bahwa hidup ini ibarat rumput yang senantiasa diinjak -injak tapi berusaha tetap tegak berdiri.

Bahwa hidup ini seperti layaknya hujan setiap tetesnya dijadikan keberkahan.

Bahwa hidup ini kelak seperti angin sepoy – sepoy. Ia ditunggu dan dirasakan kebermanfaatannya.

Aamiin..

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s