Menyelami Sang Kekasih Allah

(Resensi Buku Sirah Nabawiyah)

IMG20160525232426

Buku Sirah Nabawiyah adalah buku sejarah Nabi Muhammad SAW yang ditulis oleh Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury. Judul aslinya yang berjudul “Ar – Rahiqul Makhtum, Bahtsun Fis Sirah An – Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish Shalati Was – Salam” diterjemahkan oldh Kathur Suhardi.Penerbitnya adalah Pustaka Al – Kautsar dengan cetakan pertama pada Agustus 1997 dan cetakan ketiga puluh tujuhnya Oktober 2012.

Buku yang berjumlah 583 halaman ini menyajikan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. Dimulai dari sebelum kelahiran, tanda – tanda kenabian, perjalanan hidup, sampai dengan teladan – teladan yang dicontohkan Nabi.

Ibnu Sa’d meriwayatkan, bahwa ibu Rasulullah SAW berkata :” Setelah bayiku keluar, aku melihat ada cahaya yang keluar dari kemaluanku, menyinari istana –istana di Syam”

Diriwayatkan bahwa ada beberapa bukti pendukung kerasulan, bertepatan dengan saat kelahiran beliau, yaitu runtuhnya sepuluh balkon istana Kisra, dan padamnya api yang biasa di sembah orang – orang majusi, serta runtuhnya beberapa gereja di sekitar Buhairah setelah geraj – gerja itu ambles ke tanah”

Petikan tulisan tersebut merupakan awal mula sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya juga diceritakan beberapa kejadian luar biasa yang mengiringi kelahiran beliau. Beliau memiliki akhlak yang terpuji di kalangan bangsa Quraisy. Kejujuran beliau adalah sikap mulia yang dengannya beliau dijuluki Al – Amin.

Perjuangan hidup beliau diuji ketika mendapatkan perintah sebagai pembawa risalah untuk umat. Dimulai dengan dakwah secara sembunyi – sembunyi kepada kalangan terdekat sampai dengan tahapan dakwah secara terang – terangan.

Tekanan tidak henti – hentinya diterima Nabi Muhammad SAW oleh kaum kafir Quraisy. Baik itu  berupa ejekan, menjelek – jelekkan ajaran beliau, melawan Al – Quran dengan dongeng – dongeng orang dahulu, sampai dengan negosiasi untuk menghancurkan islam.

Thariq bin Abdullah Al – Muharibi meriwayatkan, bahwa hanya pendustaan saja yang dilakukan Abu Lahab, tetapi dia melempari beliau dengan batu, hingga sempat kedua tumit beliau berdarah.

Diantara mereka ada yang melemparkan isiperut seekor domba selagi beliau sedang shalat. Diantara mereka ada pula yang meletakkanya didalam periuk beliau. Sehingga beliau perlu memasang bebatuan untuk memberi tanda pembatas agar tidak mereka langgar selagi sedang shalat.

Kemudian diceritakan berbagai peristiwa penting pada zaman nabi. Perintah hijrah untuk menghindari adanya ancaman yang lebih parah dari kafir Quraisy, kemudian perang yang bersejarah yaitu Perang Badr. Perang yang beranggotakan 313 kaum muslimin bertarung melawan pasukan Makkah yang berjumlah 1300 orang. Kekuasaan Allah yang turun dengan perantara malaikatnya membantu pasukan muslim menang dalam perang Badr.

Perang Uhud, Perang Khandq, Perang Mu’tah, Perang Tabuk, dan perang lainnya diceritakan dengan detail. Latar belakang peperangan, kadar kekuatan, strategi perang, dan ibrah dari setiap perang yang telah terjadi. Sehingga pembaca bisa mendapatkan wawasan dan informasi yang jelas.

Peristiwa Fathul Makkah (Penaklukan Makkah) adalah sejarah bagi umat islam dengan direbutnya kota suci kepada genggaman orang muslim. Berbondong – bondong orang masuk kepada ajaran islam tanpa dengan satu bentuk kekerasan. Bukti bahwa ajaran islam yang rahmatan lil alamin.

Nabi Muhammad SAW memberikan kepemimpinan yang bijaksana, pandai berstrategi, pemberi keputusan yang bijak, juga mencetak generasi – generasi yang kuat dan tangguh. Usamah bin Zaid sebagai komandan pasukan termuda pada Perang Tabuk, sosok Umar bin Khattab yang kuat dan keras, Khalid bin Walid, dan banyak sahabat – sahabat Nabi yang hebat berkat didikan beliau.

Yang paling sedih dalam membaca buku SIrah Nabawiyah ini adalah ketika beliau menjelang kembali ke haribaan Ilahi. Tanda – tanda perpisahan, permulaan sakit, kemudian sampai kepada detik – detik terakhir beliau wafat.

Seusai bersiwak beliau mengangkat tangan atau jari – jari, mengarahkan pandangan ke arah langit – langit rumah dan kedua bibir beliau bergerak – gerak. Aisyah sempat mendengar sabda beliau pada saat itu, “Bersama orang – orang yang engkau beri nikmat atas mereka dari para nabi, shiddiwin, syuhada, dan shalihin. Ya Allah, ampunilah dosaku dan rahmatilah aku. Pertemukanlah aku dengan Kekasih Yang Mahatinggi Ya Allah, Kekasih Yang Mahatinggi.”

Kalimat yang terakhir ini diulang – ulang sampai tiga kali yang disusul dengan tangan beliau yang melemah. Inna Lillahi wa inna ilahi roji’un. Beliau telah berpulang kepada Kekasih Yang Mahatinggi

Sirah Nabawiyah adalah buku yang tidak ternilai harganya. Bacaan yang harus dibaca oleh orang muslim khususnya. Pemaparan yang ringan menjadi keunggulan dari buku karya Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury ini. Bahasa yang tidak kaku dan mudah dicerna memberikan kemudahan pembaca dalam memahami Sejarah Nabi Muhammad SAW.

Tak kenal maka tak sayang. Bagaimana kita sebagai umat muslim mencintai beliau tetapi kita sendiri tidak mencoba mengenal lebih dekat. Sirah Nabawiyah adalah buku rekomendasi untuk para pecinta ilmu, pecinta islam, dan pecinta Sang Kekasih Allah.

Semoga bermanfaat.

Wallahu’alam bis shawab

Ferry Aldina

(Bekasi, Menjelang tengah malam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s