AKANKAH DIA DATANG KEPADAKU?

Oleh : Ferry Aldina

i miss you.jpg

Dia sangat dirindukan oleh para sahabat zaman dulu. Ramadhan. Ia menjadi bulan yang dinanti – nanti oleh para sahabat. Dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa sahabat bergembira dalam menyambut bulan Ramadhan. Bulan yang menjadi idolanya para sahabat. Berlomba – lomba dalam kebaikan dengan ganjaran berlipat ibarat kecanduan bagi diri para sahabat. Seakan – akan menginginkan tiap bulan itu layaknya bulan Ramadhan. Adakah rasa senang dalam diri ini menyambut dia? Ataukah hati ini sudah mati diselubungi debu – debu dosa?.

10 Rajab 1437 H menuju 1 Ramadhan 1437 H. Sekitar 48 hari lagi kita harus sabar menunggu. Menghitung hari demi hari, detik demi detik seperti lirik sebuah lagu. Menunggu memang sedikit membosankan. Sejatinya diri ini selalu merindukan suasana Ramadhan. Puasanya, shalat malamnya, tilawahnya, dan semua aktivitas lainnya. Kenapa kita tidak membuat suasana Ramadhan itu di bulan Rajab ini? Apakah kita yakin dia akan datang  kepada kita?.

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban , sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” Daripada kita menyibukkan diri dengan debat tentang doa. Apakah kita salah membuat doa seperti itu? Doa itu perkataan harapan hambaNya kepada Allah SWT . Kita bebas untuk berdoa dengan cara apapun bahkan hati in sudah berkata duluan daripada mulut kita. Allah Maha Mengetahui.

“… Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS Al – Baqarah : 186)

“Berdoalah maka akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60)

IMG_4122.JPG

Foto bersama teman – teman KAMMI, tahun 2011

Menjadi bagian dari suatu organisasi. Khususnya organisasi kampus adalah suatu keberuntungan bagi seorang mahasiswa, seorang pemuda. Jiwa muda memang harus disalurkan dalam hal – hal positif. Selagi masih muda. Slogan itu terus membekas dalam diri pemuda. Mengingatkan untuk terus bekerja, untuk terus semangat, dan untuk terus meningkatkan amal – amal kita.

Beberapa pengingat untuk penulis dan juga pembaca. Momen Ramadhan adalah momen yang dinantikan oleh semua umat muslim. Kita harus mempunyai strategi menghadapi bulan Ramadhan. Tak hanya untuk pertandingan saja, ibadah juga harus punya strategi. Berikut adalah beberapa strategi menghadapi Ramadhan.

  1. Menghidupkan suasana Ramadhan di bulan sebelumnya. Puasa Sunnah, qiyamul lail, dan tilawahnya harus terus ditingkatkan. Sehingga jika kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan, kita bisa terbiasa dengan amalan tersebut bahkan kita bisa upgrade lebih tinggi lagi kualitas dan kuantitas ibadahnya.
  2. Harus terus berkelompok membuat target Ramadhan. Sendiri itu tidak enak bro (curcol dikit. :D) Kita harus mempunyai kelompok. Lebih baik lagi kita sudah masuk dalam organisasi keagamaan. Misalkan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) ataupun mentoring kampus. Jujur ini promosi saya pribadi sebagai alumni KAMMI. Gak salah kan mempromosikan kebaikan. Mudah – mudahan dapat pahala. Aamiin.
  3. Perbekal ilmu dengan kajian dan buku. Ilmu tentang fiqih puasa harus mulai kita pelajari jauh – jauh hari. Setidaknya kita tahu untuk pribadi. Selebihnya kalau ada yang bertanya dan kita bisa memberi tahu, itu menjadi ladang amal juga buat kita. Insyaallah dapat pahala. Aamiin.

Selebihnya banyak sekali strategi menghadapi Ramadhan. Itu hanya pengingat buat saya saja. Mudah – mudahan bisa menjadi pengingat bagi yang membacanya juga. Semoga tahun ini bisa berjodoh dengan wanita sholehah (curcol lagi :D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s