Tahun Baru Sesungguhnya – Ust Parwis Masjid Agung At – Tiin TMII

Oleh : Ferry Aldina

Agung-At-Tin-Mosque-in-Jakarta-Indonesia

Bismillahirrahmanirrahiim. Dengan kerendahan hati saya mencoba mengulas kembali ceramah yang diberikan oleh salah satu pengurus DKM Masjid Agung At –Tin Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur, yakni Ustad Farwis pada agenda Dzikir Nasional tanggal 31 Desember 2015. Berikut sedikit ulasan yang disampaikan beliau semoga sesuai dengan apa yang beliau sampaikan dan menjadi bahan renungan bagi pembacanya.

Alhamdulillah di tempat ini (Masjid At – Tin) diberikan kesempatan oleh Allah SWT bisa menghadiri agenda yang sangat luar biasa manfaatnya. Ketika orang lain sibuk dengan hura – hura tahun baru menghambur – hamburkan uang sampai larut malam bahkan sampai dini hari. Semoga larut malamnya kita disini bermanfaat karena berkumpul di masjid sebagai dzikir untuk mengingat dan mengagungkan nama Allah SWT. Tidak hanya disini ini kita meramaikan masjid dengan beritikaf untuk memakmurkan masjid tapi dengan setelah adanya agenda itikaf ini diharapkan orang – orang bisa memakmurkan masjid – masjid di tempat tinggalnya. Tidak hanya momen tahun baru saja tapi di awal waktu sholat, kita bisa pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. Bukankah orang yang mendapatkan petunjuk Allah itu orang yang selalu ke masjid?

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS At-Taubah: 18).

Ketika dihadapkan dengan janji Allah yang luar biasa itu, kita serasa terus ingin mendapatkan janji – janji Allah tersebut. Tapi mereka yang ingin mendapatkan petunjuk harus ingat ada syetan yang siap menghadang dari segala penjuru. Syetan selalu bersiap siaga untuk menjerumuskan seluruh manusia ke neraka Jahannam.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai” (QS. Al-A’raf: 179)

Kita seharusnya terus berdoa, berharap, dan lebih memesrakan diri kepada Sang Pencipta. Hanya dengan mengharapkan kepada-Nya dunia kita berarti. Seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW dalam kumpulan hadits ‘Arbain Imam Nawawi. Hadits ke 19

Hadits Ke – 19:   Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata: Suatu saat saya berada dibelakang nabi shallallahu`alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu empat perkara: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika suatu umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering. (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih).

Tidak lupa kita juga harus ingat di hadits riwayat Muslim Hadits ‘Arbain Imam Nawawi tepatnya hadits ke 24.

Hadits Ke – 24:    Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman: Wahai hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah menetapkan haramnya (kezaliman itu) di antara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim. Wahai hamba-Ku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa di antara kamu, niscaya hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-Ku seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin diantara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka di antara kalian, niscaya hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama diantara kalian sampai orang terakhir semunya berdiri di sebuah bukit lalu kalian meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya. (Riwayat Muslim)

Allah juga menyindir pada QS Yunus ayat 12 ;

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan sesat), seolah – olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikian dijadikan terasa indah bagi orang – orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan” QS Yunus : 12

Allahuakbar. Kami meminta ampun kepada-Mu atas segala kekhilafan kami, kuatkan kami dari godaan syetan yang terkutuk, berilah kami petunjuk kepada-Mu, beri kekuatan kami atas hidayah yang Engkau berikan, berilah hidayah dan rahmat kepada saudara-saudara kami.

Seperti dikatakan Ust Arifin Ilham bahwa kita di dunia sungguh – sungguh sangat sebentar. Sebentar tapi menentukan selamanya. Sebentar tapi menentukan bagaimana cara kita menghadap kepadaNya. Sebentar tapi besar resikonya. Ketika dikatakan bagaiamana cara meninggal yang paling ringan, Nabi pernah menjawab bahwa kita mati yang paling ringan diibaratkan seperti kulit domba yang dikuliti hidup – hidup. Sungguh mengerikan sakaratul maut. Kita juga patut ngiri kepada sakartul maut orang beriman yang ketika dicabut nyawanya seperti dicabut sehelai rambut dari kepalaNya. Semoga Allah merahmati kita dan mematikan kita di jalan Allah sehingga kita bisa husnul khotimah.

Demikian uraian singkat kajian Agenda Dzikir Nasional di Masjid Agung At – Tin Semoga menjadi ibrah bagi kita semua. Mohon maaf apabila ada uraian tambahan dari penulis. Wallahu’alam bis shawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s