Tentang Cinta (Ketika Cinta Harus Memilih)

Oleh : Ferry Aldina

Bismillahirahmanirrahim. Mungkin malam ini saya akan membahas perspektif cinta di mata seorang laki-laki. Dengan segenap ketulusan hati, saya akan memulai tulisan ini dengan mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua saya yang telah merawat dan mendidik saya. Ini adalah bahasan kedua saya tentang kecintaan saya kepada kedua orang tua setelah yang pertama love. Cinta seorang anak laki-laki seperti saya mungkin tidak bisa mengucapkan secara lisan kepada kedua orang tua. Mungkin karakter pribadi saya yang cenderung pendiam yang menjadikan saya sulit untuk mengungkapkan sesuatu yang berhubungan dengan cinta. Kaku. Ya, memang itu salah satu sifat saya. Tapi cara seseorang mencintai kedua orangtuanya berbeda-beda dan cara saya mencintai kedua orang tua saya adalah dengan membuat mereka tidak khawatir kepada saya dan yang paling terpenting (menurut saya) adalah “nurut” apa yang mereka katakan selama itu baik buat kita dan jangan pernah membuat mereka marah. Terima kasih Bu, Pak. Saya mencintaimu. Tugas seorang anak adalah selalu mendoakan untuk kebaikan di dunia dan akhirat dan semoga ampunan Allah selalu menyertai dan kita menjadi orang beruntung di dunia dan di akhirat.

Jika berbicara tentang kesalahan. Saya harus mengakui bahwa saya merupakan bukan seorang kakak yang baik dan belum bisa membimbing adik saya. Belum bisa membantu dalam bentuk apapun. Pekerjaan aja belum bisa saya bantu. Hampura Aa can bisa ngabantu nanaon. Mungkin baru bisa mendoakan aja semoga jadi anak yang shaleh dan bisa membantu orang tua. Yang paling diharapkan adalah bisa menjadi orang yang bisa menggantikan ketika saya tidak ada di rumah. Kurangi merokok sedikit demi sedikit bahkan bisa berhenti merokok itu lebih baik. Jadi anak yang nurut sama orang tua ya.

Jodoh. Sesuatu yang pasti. Ada di dunia ataupun di akhirat akan mendapatkannya. Adapun waktu dipertemukannya hanya Allah yang tahu. Tetapi ketika berbicara konteks cinta seorang laki-laki kepada wanita. Wanita yang dicintai oleh seorang laki-laki itu tidak bisa cuma satu orang. Ada wanita yang lebih spesial daripada wanita-wanita lain. Ibu yang melahirkan, mendidik, dan yang paling penting adalah tidak luput lisannya dari doa-doanya yang selalu ditujukan untuk anaknya. Sebagai seorang laki-laki, saya menyadari bahwa secantik-cantiknya seseorang tidak bisa menggantikan kecantikan akhlak dan ketulusan cinta seorang ibu kepada anaknya. Saya mencintaimu Ibu lebih dari wanita siapapun yang akan menjadi jodoh saya. Teruntuk jodohku nanti, Saya akan berusaha mencintainya tetapi maafkan saya harus melebihkan cinta saya untuk ibu karena Ibu adalah the best woman I’ve ever known and nobody could change you. I love you Mom.

Maafkan saya Bu Pak belum bisa jadi anak yang baik. Masih banyak kekhilafan yang saya perbuat. Kelalaian sebagai anak yang selalu dilakukan. Saya hanya meminta doa dari bapak dan ibu untuk dijadikan anak yang sholeh dan mendapatkan jodoh yang shalehah. Apalagi ketika berbicara kesalahan sebagai hamba. Itu semestinya sudah menjadi hal yang memalukan. Terlalu banyak aib yang ditutupi dariMu Ya Allah. Terlalu baik Engkau memberikan banyak kesempatan untuk bertobat tetapi selalu saja hambaMu ini berbuat kemaksiatan, berbuat kesalahan dan sungguh diri ini malu ketika mengingat dosa-dosa yang sudah menggunung tinggi. Ampunilah hamba Ya Allah. Jikalau saya diberikan kesempatan umur panjang, jangan jadikan umur saya menjadi sia-sia. Jadikan umur ini lebih banyak digunakan untuk mengingatMu, lebih banyak untuk beribadah kepadaMu. Tetapi jikalau umur saya tidak cukup panjang untuk mengarungi samudera kehidupan ini, Tolonglah hambaMu ini mati dalam kesyahidan. Meninggalkan dunia ini dengan tenteram dengan membawa kebahagiaan untuk semua orang. Dekatkan hamba ini bersama orang-orang shaleh.

 (Ferry Aldina. 25 Muharam1437 H)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s