Revolusi Mimpi

1

Created by Ferry Aldina

Astagfirullah…  Astagfirullah… Ya Allah Berilah ampunan kepada hamba yang selalu lalai dalam beribadah kepadamu. Terlalu banyak kesia-siaan yang sudah hamba perbuat padahal Rasul sendiri sudah memperingatkan kalo orang yang rugi itu adalah dia yang melakukan perbuatan yang tiada manfaatnya. Hamba mohon diberikan terus kesempatan beribadah, dibangunkan dari lelapnya tidur di malam hari, diberikan kesehatan untuk kedua orangtua hamba, cuma satu yang paling penting adalah tolong jadikan hamba ini menjadi anak yang soleh. Aamiin..

Alhamdulillah puasa kali ini terasa berbeda. Subhanallah Allah memberikan kesempatan saya untuk memperbaiki diri kembali di bulan suci ini dan mencoba menjadikan Ramadhan ini lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Kali ini saya akan berbicara tentang revolusi mimpi. Intinya sih sebenernya tulisan ini dibuat untuk menghilangkan rasa galau saya. Hehe Semoga setelah menulis saya dapat tercerahkan dan dapat mengulang dan memperbaiki mimpi-mimpi yang sempat menghilang dalam pikiran. #tsaahhh😀

Okelah sedikit intermezzo saja. Saya alumni Politeknik Negeri Bandung dan sedang menjalankan kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk melanjutkan jenjang dari D3 ke S1. Sudah dua semester telah dijalani. Berat, Capek, lelah, Susah membagi waktu. Ya memang kata-kata itu pas untuk saya yang sedang kuliah sambil kerja. Maklumlah, kalo gak kerja susah juga membayar biaya kuliahnya. Benefitnya juga disamping bisa bayar kuliah, Alhamdulillah uang penghasilan bisa dibagi-bagi untuk kedua orangtua, traktir temen, dan juga bisa nambah koleksi buku bacaan. Kerasa banget kalo dulu kuliah di Bandung, bener2 harus minjem buku-buku bagus seperti karya Ust Anis Matta, Ust Rachmat Abdullah, dll. Dulu sih ngerasa mencintai tanpa memiliki. Hehe sekarang mencintai dan memilikinya juga bisa. Alhamdulillah.

Menjelang skripsi memang banyak banget godaannya. Mulai dari tawaran perusahaan, malas sampai pengen cuti dulu, bahkan galau nikah (pastinya). Hehe Pokoknya komplit deh kalo udah ngerasa di kondisi di ujung perkuliahan. Saya kira ini wajar. Toh, dulu juga gitu pas waktu Tugas Akhir di Bandung. Tetapi yang paling jelas perbedaanya mungkin dulu itu terkondisikan dan terfokuskan kuliahnya. Yang paling penting dari semua itu adalah saya menyadari bahwa intensitas ruhiyah dan ibadah kepada Allah merasa berkurang dibanding dengan perkuliahan zaman dulu. Intinya, saya harus memperbaiki ruhiyah dan penghambaan kepada Allah SWT. Kebetulan kemarin Ayah saya datang ke kosan dan langsung memberikan wejangan “Jangan sampai kalo udah bekerja, sholat malamnya ditinggalin”

Bismillah. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ketika Firman Allah SWT QS Al-Baqarah ayat 186 dilantunkan saya merasa sangat tersadar karena solusi kegalauan itu tidak jauh-jauh adanya.

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, supaya mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah : 186)

2

Mimpi ini harus direvolusi kembali. Setelah baca bukunya Muhammad Assad “Notes From Qatar 3” bahwa selama ini saya itu sedang mati suri atau bahkan hampir mati. Ketika mimpi itu hanya dipendam dan tak ada aksi maka otomatis mimpi kita tidak akan tercapai. Tetapi ketika kita hampir lupa akan mimpi yang sempat kita tuliskan maka kita ibarat telah mati suri (nah itu kata-kata dari saya ya) hehe. Saya rekomendasikan buat teman-teman buku-buku NFQ 1-2-3 karena bener2 menggugah semangat dan membangkitkan semangat kalian.

Kembali berbicara tentang mimpi. Banyak contoh di sekitar kita yang sudah meraih mimpinya sedangkan kita hanya berleha-leha saja hanya memikirkan mimpi dan terus mengkhayal akan mimpi itu. Dream + Do = Deliver..” Nah itu baru kata-kata Muhammad Assad. Super sekali lah doi.. Muda berkarya pokoknya.. Hidup Garuda Muda!😀

Sekarang mah ngomongin diri aja ya.. Biar terfokuskan dan mungkin ada saran dari teman-teman. Harapan saya sih seperti Naruto.. #???? Maksudnya sih selalu pantang menyerah dan ingin menjadi Hokage #lhoo Intinya sih saya ingin lebih merencanakan lebih matang apa yang sudah direncanakan jauh-jauh hari bahkan sejak saya SD dan dikenalkan dengan kata yang disebut CITA-CITA. Mulai dari dulu menjadi pengajar adalah impian saya. Bersama teman-teman seperjuangan juga pernah merasakan namanya mengajar. Namun destinasi mengajar harus diperbesar lagi. Destinasi dimana anak-anak muda menemukan jati diri dan menghasilkan sebuah peradaban baru. Ya itu namanya kampus. Bismillah.. Mungkin hari ini saya masih sebagai karyawan swasta pengejar cita-cita. Insyaallah saya bisa berada di destinasi yang saya inginkan. Aamiin Ya Rabb..

Terakhir yang saya ingin sampaikan bahwa motivasi terbesar mimpi saya adalah hadits NabiMuhammad SAW

“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnyaatau anak yang shalih yang mendo’akannya” (Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi,Nasa’i dan Ahmad)

HAMASAH BOY!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s