Jangan-Jangan Kita Tidak Bertemu Dengan Bulan Ramadhan

By : Ferry Aldina

Segala puji hanya milik Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah segala macam kebajikan. Shalawat serta salam mudah-mudahan tercurah kepada orang yang diutus Allah, dengan membawa petunjuk dan agama yang haq sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan sebagai hujah atas semua manusia, yaitu imam kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Sungguh tidak terasa kita sudah memasuki bulan Sya’ban dan sebentar lagi kita akan masuk ke bulan yang penuh hikmah, bulan yang semua umat muslim menunggu kehadirannya, yaitu bulan Ramdhan. Para sahabat terdahulu sangat-sangat merindukan bulan ini, tidak ada bulan yang didalamnya dilipatgandakan segala bentuk pahala kecuali di bulan Ramdhan. Allah SWT mewajibkan puasa di bulan ini bukan tanpa sebab, bukan hanya sekedar perintah saja melainkan banyak sekali hikmah didalamnya.

“Hai orang-orang ang beriman, telah diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa” Q.S. Al-Baqarah : 183

Hikmah di bulan Ramadhan diantaranya :

  1. Tazkiyah an-nafs (Pembersihan Jiwa).

Mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya di bulan Ramdhan merupakan suatu bentuk pelatihan diri dari menjaga hawa nafsu demi menyempurnakan ibadah di bulan Ramdhan dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.

  1. Meningkatkan aspek kejiwaan.

“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan : ketika berbuka ia berbahagia dengan berbukanya itu, ketika bertemu dengan Tuhannya, ia berbahagia dengan puasanya itu” HR. Bukhari dan Muslim

  1. Pembiasaan kesabaran

Sudah menjadi pengalaman kita beberapa tahun kemarin bahwa bulan Ramdhan merupakan bulan yang menuntut kita untuk sabar dalam menghadapi segala macam cobaan di bulan Ramadhan. Dan buah dari kesabaran itu adalah :

“Puasa bulan kesabaran dan tiga hari dalam setiap bulan dapat melenyapkan kedengkian dalam dada” HR. Bazzar dari Ali dan Ibnu Abbas, dan Thabrani dan Baghawy dari Namr bin Tulab

  1. Puasa dapat menurunkan nafsu ke lawan jenis.

Islam tidak melarang untuk suka kepada lawan jenis, islam tidak melarang hati untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada seseorang. Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah interaksi antar lawan jenis, ini merupakan fenomena yang sering terjadi dan memang tidak harus terjadi. Kenapa? Pasti sudah jelas kalau ketika berkhalwat (berdua-duaan antar lawan jenis) akan ditemani syetan sebagai teman ketiganya. Ya, memang setan itu licik dan selalu memanfaatkan segala bentuk kesempatan sekecil apapun untuk menjerumuskan kita ke hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, obat yang paling mujarab untuk menurunkan gelora syahwat kepada lawan jenis yang belum halal yaitu :

“Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian telah mampu maka nikahlah. Sesungguhnya ia lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sedangkan barangsiapa tidak mampu maka berpuasalah, karena sesungguhnya puasa itu ‘pengebirian’ baginya” HR Bukhari

  1. Bulan yang penuh ampunan, bulan yang penuh hikmah, dan bulan yang ditutupnya pintu neraka.

Dosa-dosa kita sudah tidak bisa terhitung akan tetapi nikmat-Nya terus saja mengalirkan bagaikan air yang tidak berhenti memberikan kehidupan untuk semua makhluk. Sungguh diri yang banyak dosa ini tidak pantas untuk membalas segala kenikmatan yang diberikan dengan berbuat kemaksiatan. Ramadhan adalah momentum kita untuk terus berbuat kebaikan, bertobat dari segala kemaksiatan yang telah dilakukan, dan yang paling penting adalah memperbanyak amalan-amalan baik untuk terus berusaha dalam memperbaiki diri menjadi pribadi yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah kita tahu hikmah puasa, yang menjadi pertanyaan besar adalah APAKAH KITA YAKIN AKAN BERTEMU DENGAN BULAN YANG PENUH HIKMAH TERSEBUT? APAKAH KITA YAKIN AKAN MENDAPATKAN HIKMAH-HIKMAH PUASA SEDANGKAN UMUR KITA TIDAK TAHU SAMPAI KAPAN?

Boleh jadi umur kita hanya sampai dibulan Sya’ban (bulan sebelum ramdhan) atau mungkin umur kita sampai minggu ini atau bahkan umur kita cukup hanya untuk hari ini saja. Wallahu’alam, Allah yang mengatur umur kita dan kita pun tidak tahu kapan kita meninggalkan dunia ini.

Sungguh menjadi sebuah peringatan bagi kita bahwa jangan sampai kita menunggu bulan Ramdhan untuk melakukan kebaikan tanpa memikirkan umur kita apakah bisa bertemu dengannya atau tidak? Justru dengan menunggu bulan Ramdhan lah kita harus meningkatkan amalan-amalan kita di bulan sebelumnya sebagai bentuk :

  1. Meningkatkan amalan kita dalam memperbanyak pahala
  2. Menjadikan renungan bahwa boleh jadi kita tidak sampai ke bulan yang penuh hikmah
  3. Sebagai persiapan diri untuk menghadapi bulan Ramdhan jika kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT

Sebagai penutup, semoga kita semua diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan yang penuh hikmah, bulan yang penuh pahala..

Anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita untuk hidup di dunia ini dengan banyak melakukan kebaikan karena lamanya hidup kita tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Wallahu’alam bis shawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s