Ini Karya IlmiahKu… (AL Quran & Technlogy)

ABSTRAK

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S. Ar-Ruum : 41)

Buah dari keserakahan dan kesewenang-wenangan manusia adalah timbulnya bencana dan kerusakan lingkungan. Salah satu faktor dalam timbulnya kerusakan lingkungan adalah kurang mampunya pengolahan terhadap bahan kimia. Sebenarnya bukan bahan kimia yang menjadi masalah dari kerusakan lingkungan tetapi manusia belum mampu seutuhnya dalam mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Allah memberikan segalanya identik dengan kimia, semua yang ada di ala mini mengandung unsur kimia bahkan di dalam tubuh manusia sendiri memiliki unsur kimia, seperti karbon, hidrogen, dan oksigen.

Begitu pun di sektor pertanian, penggunaan bahan kimia memang tidak baik dalam peningkatan mutu pangan tetapi justru dengan adanya ilmu teknik kimia maka insyaallah kerusakan lingkungan akibat kimia pun bisa teratasi. Salah satu solusi dari pengaplikasian ilmu teknik kimia adalah teknologi fermentasi dalam penggunaan pesitisida organik. Sebagaimana firman Allah SWT bahwa Allah menciptakan setiap yang ada di langit dan di bumi pasti memiliki manfaat untuk manusia.

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” (Q.S. Luqman : 10)

Berbagai macam binatang yang sudah diciptakan memiliki suatu siklus yang saling berkaitan dan salng membutuhkan di antara makhluk ciptaan-Nya. Begitu juga mikroba, mikroba banyak membantu dalam masalah hama pertanian khususnya dalam bidang pestisida. Pestisida yang sudah tidak mengandung bahan kimia atau pestisida organik sudah banyak diciptakan oleh banyak orang tetapi optimalisasi pestisida organik masih dalam tahap pengembangan. Penerapan teknologi fermentasi merupakan teknologi yang baik untuk peningkatan kualitas pestisida organik. Hal ini disebabkan karena dengan mikroba yang membantu pembuatan pestisida maka efisiensi waktu dalam proses pembuatan efektifitas pestisida bisa dicapai.

Pembuatan pestisida organik berbasis fermentasi ini pada dasarnya menggunakan bahan organik tetapi perbedaannya terletak pada penggunaan mikroba dan nutrisi mikroba yang dicampurkan ke dalam campuran bahan pembuatan pestisida.

Penerapan teknologi fermentasi dalam pembuatan pestisida bermanfaat untuk pengurangan hama tanaman yang sangat mengganggu kualitas tanaman sehingga mutu hasil panen dapat terjaga.

Kata-kata kunci : pestisida organik, mikroba, nutrisi mikroba, kualitas tanaman

PENDAHULUAN

Latar Belakang

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.(Qs.An Nahl: 11)”

Banyak sekali tanaman yang diciptakan Allah SWT yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang digunakan bisa untuk kebutuhan pemenuhan hidup pribadi ataupun bisa dalam bentuk yang lebih besar, yaiut sektor pengelolaan oleh pemerintah, diantaranya adalah pertanian. Pertanian merupakan sektor utama mata pencaharian rakyat indonesia. Pertanian yang berkembang akan memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan. Dengan memulai dari pemeliharaan pertanian yang baik maka rakyat pun akan semakin berupaya untuk memaksimalkan usahanya dibidang pertanian. Akan tetapi, yang menjadi masalah dari dunia pertanian adalah bagaimana menghasilkan hasil pertanian yang bagus sedangkan hama dan gangguan lainnya masih menjadi faktor penghambat utama dalam pencapaian hasil pertanian yang maksimal. Oleh karena itu, perlu adanya solusi dalam upaya peningkatan hasil pertanian sehingga permasalahan ekonomi bisa dikurangi.

Permasalahan yang paling besar adalah ketika lingkungan sudah rusak dan tidak dapat mendukung dalam dunia pertanian. Allah berfirman dalam surat Ar-Ruum ayat 41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Semua yang terjadi akibat dari kurangnya kesadaran manusia akan pentingnya lingkungan dan minimnya pengetahuan dalam mengatasi permasalahan, di dunia pertanian khususnya. Dunia pertanian identik dengan “anti bahan kimia” karena bahan kimia yang berbahaya bagi produktivitas hasil pertanian. Oleh karena itu bidang ilmu teknik kimia memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan penerapan teknologi fermentasi.

Berdasarkan fenomena yang terjadi, penerapan teknologi fermentasi dalam pestisida organik merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pertanian. Pestisida organik memang sudah banyak berkembang di beberapa daerah di Indonesia tetapi penerapan teknologi fermentasi masih jarang digunakan. Penggunaan fermentasi dalam pembuatan pestisida organik memiliki banyak sekali keuntungan, dimulai dari pencarian bahan sampai manfaat yang dirasakan dari hasil pertanian.

Dengan adanya penerapan teknologi fermentasi, diharapkan banyak petani membuatnya dan menggunakan untuk keperluan pertanian. Disamping itu juga, karena kemudahan dalam mencari bahan baku dari pestisida organik berbasis fermentasi ini maka para petani bisa membuat secara mandiri dan bisa merasakan dampak positif dari pestisida organik berbasis fermentasi tersebut.

Tujuan

Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah

a. Memberika penjelasan bahwa teknologi fermentasi memiliki latarbelakang dari pengkajian Al Quran secara mendalam tentang penciptaan makhluk

b. Memberikan solusi dari bahan kimia yang merugikan lingkungan

c. Menambah pengetahuan dalam dunia pertanian terutama aplikasi dari teknik kimia mengenai teknologi fermentasi atau teknologi bioproses

Landasan Teori (pestisida organi apa? Fermentasi itu apa? Pestisida berbasis fermentasi apa? Al-quran menyikapi pestisida?

LANDASAN TEORI

Pestisida Organik

Pestisida organik adalah sejenis pestisida atau pembasmi hama tanaman yang berasal dari alam dan tidak terdapat campuran bahan kimia di dalamnya. Pestisida organik sudah sering banyak digunakan oleh beberapa petani dalam mengatasai masalah gagal panen yang diakibatkan oleh hama tanaman. Masalah ini memang sudah menjadi wacana utama dalam kemunduran pertanian Indonesia, semakin banyak terserang oleh hama tanaman maka semakin banyak pula hasil pertanian yang menjadi tidak baik. Dalam perkembangannya, pestisida organik memiliki inovasi tersendiri dalam proses pembuatannya. Teknologi fermentasi merupakan salah satu inovasi yang bisa memberikan keunggulan dari pestisida organik pada umumnya.

Pengertian Fermentasi

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Fermentasi yang dimaksud dalam pembuatan pestisida organik adalah peranan dari mikroba dalam proses pencampuran dengan bahan-bahan lainnya. Peranan mikroba sangat penting untuk pencapaian efisiensi waktu dan efektifitas produk pestisida organik. Berdasarkan teori bahwa bahan-bahan yang dicampurkan dalam pembuatan pestisida organik akan dibiarkan karena tidak ada stimulant sedangkan dengan adanya peranan mikroba dan nutrisi mikroba (makanan mikroba) maka proses pembuatan pestisida organik tidak akan menghabiskan waktu yang lama.

Pestisida organik berbasis fermentasi merupakan teknologi yang perlu dikembangkan karena sangat bermanfaat untuk bidang pertanian ataupun alternatif dalam mengurangi tingkat pencemaran bahan kimia berbahaya.

Pandangan Al Quran Terhadap Pestisida Organik

Allah menciptakan semua jenis makhluknya yang berada di langit dan di bumi, asti memiliki rahasia di dalamnya. Semua jenis makhluk hidup memiliki kelebihan dan kekurangannya, seperti semut, lebah, dan burung Hud merupakan nama-nama binatang yang diabadikan Allah SWT di dalam Al-Quran karena binatang-binatang tersebut memiliki manfaat yang baik. Begitu juga dengan mikroorganisme, hewan yang memiliki ukuran kecil pun dapat memberikan manfaatnya. Akan tetapi , tidak banyak orang yang mengetahui dan berusaha meneliti masalah ini padahal Allah SWT memberikan kesempatan kepada manusia untuk terus mencari ilmu dan memberikan kontribusi untuk alam.

“Dialah yang telah menciptakan kamu dari bumi (tanah), dan menjadikan kamu pemakmurnya. (menghuni dan mengolah hasil bumi untuk kemakmuran umat manusia).(QS.11:61).

Manusia dilahirkan sebagai pemimpin dan harus mampu mengatur serta memanfaatkan segala sesuatu yang berada di alam. Manusia bisa memberikan kontribusinya untuk meminimalisir kerusakan alam yang disebabkan oleh manusia itu sendiri.

Teknologi fermentasi merupakan salah satu teknologi yang merupakan perintah Allah SWT untuk terus mencari ilmu yang dapat dimanfaatkan ataupun optimalisasi dari teknolodi yang sudah ada. Pestisida organik berbasis fermentasi adalah suatu pemanfaatan makhluk ciptaanNya dalam upaya meningkatkan hasil pertanian serta mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang serba praktis. Meskipun pestisida kimia memiliki respon yang cepat dalam pembasmian hama tetapi justru dapat menimbulkan resistansi (kekebalan) terhadap hama sehingga hama tersebut dapat tahan terhadap pestisida kimia tersebut dan dapat berkembang biak sehingga dapat menyebabkan kerusakan tanaman.

Jadi, perlu adanya keterlibatan manusi dalam memanfaatkan segala ciptaan Allah dan penerapan teknologi fermentasi dalam pestisida organik merupakan salah satu pemannfaatan mikroorganisme (makhluk terkecil yang Allah ciptakan) dalam memperbaiki sistem lingkungan dan memberikan manfaat dalam hasil pertanian.

Pembahasan (proses pembuatan meliputi bahan baku dan proses kondisi operasi, hasil yang bisa didapatkan)

PEMBAHASAN

Proses Pembuatan

Proses pembuatan pestisida organik dimulai dengan mempersiapkan bahan baku yang semuanya alami dan tidak ada campuran bahan kimia. Bahan baku yang dipilih adalah bahan baku yang bisa dijadikan media fermentasi bagi mikroba, Media fermentasi adalah media yang berisi nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroba yang terdapat dalam makanan-makanan tertentu. Bahan baku tersebut antara lain : limbah cair tahu, tanaman herbal (seperti sereh, temu lawak), alkohol 70% , air kelapa, dan decomposer (EM-4). Bahan-bahan tersebut mudah didapat sehingga proses persiapan bahan pun tidak memakan waktu lama. Disamping itu, penggunaan bahan-bahan tersebut sangat efisien sekali karena kita tidak perlu lagi membutuhkan asam sulfat (asam cuka) karena kandungan dari limbah cair tahu sudah memiliki kandungan asam cuka.

Penambahan tanaman herbal berfungsi untuk meningkatkan efektivitas pestisida organik. Akan tetapi, hal yang paling utama adalah penambahan EM-4 yang merupakan kumpulan mikroba yang ekstensif membantu dalam pembuatan pestisida organik. EM-4 tidak akan tumbuh berkembang jika tidak terdapat nutrisi yang mendukung untuk perkembangbiakannya. Media fermentasi atau nutrisi yang cocok untuk EM-4 diantaranya limbah cair tahu. Limbah cair tahu dipilih berdasarkan kemudahan dalam memperolehnya serta banyak sekali limbah cair tahu yang tidak dimanfaatkan.Jadi, peranan mikroba sangat penting dalam pembuatan pestisida organik berbasis fermentasi serta pemilihan bahan tambahan yang tepat merupakan hal yang harus diperhatikan dalam menunjang keefektifan dan efisiensi proses pembuatan pestisida organik.

Bahan-bahan yang dicampurkan harus sesuai dengan kebutuhan pestisida yang digunakan. Dalam skala besar, pencampuran bisa

One thought on “Ini Karya IlmiahKu… (AL Quran & Technlogy)

  1. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan dll yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor.
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://entrydatabase.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s