Kami Butuh Air

Oleh Ferry Aldina

Ditujukan untuk mengikuti kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA

Sobat, saya ingin sedikit menjelaskan kepada semuanya-bukan maksud untuk mengajari-hanya sekedar untuk sharing ilmu yang saya dapat dari belajar di Teknik Kimia. Pernahkah kita sadar akan keistimewaan air? Pernahkah kita meneliti bagaimana terciptanya air? Tahukah anda banyak hal yang sebenarnya bisa kita amati dari air? Atau bahkan kita semua hanya sebagai penikmat air saja dan menjadi bagian yang perusak air. Saya sangat tidak mengharapkan seperti demikian. Akan tetapi sobat semua harus tahu akan hakikat diciptakannya air. Sesungguhnya banyak sekali misteri dibalik penciptaannya dan sungguh kita diuntungkan dengan misteri itu. Apa maksudnya? Mari kita sejenak perhatikan penjelasan saya.

Sobat pasti tahu apa itu hidrogen dan apa itu oksigen. Ya, hidrogen dan oksigen itu merupakan suatu zat yang berfasa gas jika ditemukan pada tekanan atmosfer. Oksigen sangat berguna untuk pernafasan tetapi apa fungsi dari oksigen selain untuk bernafas? Oksigen itu berguna dalam hal proses pembakaran! Oksigen merupakan salah satu faktor dari segitiga api. Segitiga api adalah tiga faktor yang menyebabkan api.

Proses pembakaran sangat identik dengan ledakan. Proses pembakaran membutuhkan energi yang disesuaikan dengan keperluan reaksi combustion (pembakaran), jika keperluan pembentukan hasil dari produk pembakaran itu kuantitasnya banyak maka energi yang diperlukan pun harus besar. Energi yang besar tersebutlah yang memungkinkan terjadi ledakan. Terus bagaimana dengan hidrogen? Hidrogen dan oksigen adalah zat yang sama-sama berfasa gas dan kalau misalkan direaksikan maka akan timbul panas yang tinggi dan bahkan ledakan. Ketika kita mereaksikan suatu zat dengan oksigen maka oksigen yang memiliki sifat mudah terbakar tersebut boleh jadi menimbulkan ledakan, mengingat di kehidupan sehari-hari pun kita sangat membutuhkan air yang banyak (kebutuhan jumlah produk air yang besar semakin mudah untuk terjadinya ledakan karena energi yang dibutuhkan juga besar). Bersyukurlah kita sudah disediakan air oleh Tuhan sehingga kita tidak perlu susah payah untuk membuat air. Itu merupakan suatu pekerjaan yang merepotkan dan beresiko.

Selanjutnya,tahukah anda apa itu bilangan Avogadro? Bilangan yang menunjukkan bahwa 1 mol H2O atau 18 mililiter air itu terkandung 6,022 x 1023 molekul H2O. Itu baru 18 mililiter, lalu kalau misalkan satu liter air  berapa molekul H2O? satu juta air berapa molekul H2O? Satu milyar pun jumlah yang sangat kecil dibanding dengan kebutuhan air yang digunakan untuk sehari-hari. Kita tidak bisa menghitung berapa banyak molekul H2O yang kita gunakan atau kita buang. Tidakkah kita sedikit menghargai air yang sudah diberi keringanan oleh Sang Pencipta yang dengan langsung menyediakan air secara utuh. Janganlah kita sekali-kali meremehkan air dengan mencemarinya dan bahkan menjadi agent of change untuk perubahan yang lebih buruk! Jadilah manusia yang selalu menghargai air dengan selalu memperhatikan kebersihan lingkungan,

Lalu dengan keistimewaan penciptaan air maka apa yang menjadi masalahnya? Kalau masalahnya adalah persediaan air, maka sungguh aneh sekali dipermasalahkan karena negara kita adalah negara kepulauan yang tentunya diberikan sumber daya air yang melimpah ruah. Apalagi bumi ini didominasi oleh wilayah perairan. Permasalahan yang mesti dibahas adalah masalah pengelolaan air dan persediaan air bersih. Kita sudah tidak bisa lagi menggunakan air yang tercampur dengan bahan-bahan pengotor atau bahan kimia yang sudah bercampur dan membahayakan tubuh, sudah pasti air bersih lah yang dibutuhkan oleh kita. Pertanyaannya adalah cukup banyakkah air bersih di Indonesia? Kita sudah belajar dari banyak musibah yang sudah menimpa bangsa ini, ketika terjadi bencana maka kebanyakan yang dikeluhkan adalah air, air, dan air. Air yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari mayoritas tidak bisa digunakan karena sudah tidak bersih lagi dan sudah terkontaminasi dengan bakteri pathogen (bakteri yang menyebabkan penyakit). Baru-baru ini kita sudah tahu bahwa pengungsi dari bencana Gunung Merapi memerlukan air bersih. Tetapi apa yang mereka dapat? Mereka hanya nerimo keadaan seperti itu. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, kewajiban kita semua untuk membantu sesama dan ikut berupaya untuk menyejahterakan rakyat.

Sebelum jauh kita melangkah dalam masalah penanganan krisis air, alangkah baiknya kita harus melihat dulu pengelolaan air di beberapa daerah. Pengelolaan air ini penting untuk dibahas karena merupakan akar dari masalah krisis air bersih di Indonesia.

Sistem pengelolaan air memang perlu diperhatikan oleh semua pihak, terutama pemerintah. Pemerintah yang lebih bertanggung jawab dalam masalah ini karena sudah dicantumkan dalam UUD 1945 secara ringkasnya yaitu bumi dan kekayaan alam lainnya-termasuk air-dikelola untuk hajat hidup orang banyak. Ini bukan berarti pemerintah yang multak harus mengatur dan segalanya hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi kita lah justru yang lebih solutif dan pemerintah sesungguhnya butuh aspirasi kita yang bisa memberikan solusi untuk kelangsungan hidup orang banyak, pemerintah pastinya memberikan apresiasi kepada warganya yang bisa membantu pemerintah untuk menangani permasalahan lingkungan khususnya.

Sebuah fenomena yang terjadi di daerah kota yaitu sistem pengelolaan air memang dirasa belum maksimal. Kenapa demikian? karena dilihat dari segi distribusi air ke rumah-rumah pun masih belum sempurna. “Tak ada yang sempurna dan memang memiliki banyak kekurangan”, kata-kata itu harus segera diperbaiki yaitu kita harus mencapai kesempurnaan dengan usaha yang sangat maksimal meskipun hasil dari usaha itu siapa yang tahu-yang dibutuhkan adalah optimism tinggi. Distribusi air yang sangat susah ditangani pun harus segera diatasi, seperti yang terjadi di daerah Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

 

Sungguh unik sekali, saluran-saluran pipa air tersebut dipasang di tempat umum, melihatnya pun sudah tidak enak dipandang dan tidak bisa membayangkan bagaimaa distribusi air ke rumah warganya. Menurut warga sekitar, kerap kali air yang biasa mengalir ke rumahnya itu tiba-tiba berhenti. Ini sering terjadi bahkan warga yang merasa aliran airnya itu tidak seperti biasanya, mereka berinisiatif untuk mengecek dan seperti dugaan bahwa saluran air dari pipa ke rumahnya itu dialihkan ke pipa lain yang menuju ke rumah lain. “Ini pasti pekerjaan orang iseng” biasanya warga berkata seperti itu dan kemudian membetulkan lagi pipanya. Warga sebenarnya sudah bosan dengan kejadian ini. Warga sebenarnya ingin meminta solusi dari pemerintah supaya sistem perpipaan air tersebut menjadi lancar. Dampak lain dari tidak terdistribusi air dan penempatan pipa-pipa itu biasanya adalah sering terlindas oleh kendaraan-kendaraan karena selang pipa juga ada yang berada di pinggir jalan. Ini memang kerugian pemerintah desa setempat yang harus selalu mengganti pipa air tiap bulannya. Perlu adanya solusi dari semua pihak yang bisa membantu khususnya dari mahasiswa. Jadi, kerugian dari sistem perpipaan air di daerah tersebut dirasakan oleh warga dan pemerintah setempat.

Berbeda halnya dengan di pedesaan. Kebanyakan rumah-rumah di desa itu memiliki sumur, hampir tiap rumah itu ada sumurnya. Masyarakat desa yang dilatarbelakangi kesederhanaan, membuat sumur untuk kemudian digunakan untuk keperluan sehari-harinya meskipun dengan susah payah mengambil airnya dengan katrol yang digantung dan diberi ember kecil (mudah-mudahan terbayang alatnya). Sekarang ini, alat tersebut sudah mulai ditinggalkan dan bagi orang yang memiliki uang lebih, mereka membeli pump kecil yang digunakan untuk memompa air yang kemudian disalurkan ke bak penampungan. Mungkin di sebagian daerah (kota ataupun desa) menggunakan alat tersebut jika sudah memiliki sumur sendiri. Masalah distribusi air di pedesaan bisa dikatakan lebih bisa ditangani dibanding dengan perkotaan. Ini dikarenakan di desa itu kebanyakan memiliki sumur pribadi yang bisa dijadikan pendistribusian secara mandiri.

Pemerintah harus segera menangani masalah ini dan memang jangan sampai berlarut-larut karena dampaknya adalah krisis air bersih menjadi wacana besar di Negara ini. Mengapa bisa langsung dikatakan krisis air bersih? Logikanya, ketika suatu daerah tertentu yang semua rumahnya mengandalkan satu sumber air, maka ketika sumber air itu tercemar maka air yang biasa dikonsumsi itu pun menjadi tidak bersih dan menjadi tidak steril dan tidak layak untuk digunakan.  Jika daerah seperti itu sedikit mungkin bisa diatasi dengan waktu yang singkat tetapi kalau misalkan sumber air itu digunakan untuk ratusan rumah maka ketika terjadi kontaminasi pun dampaknya sangat besar dan butuh penanganan yang sangat melelahkan.

Menurut saya, solusi dari masalah distribusi air dan krisis air bersih itu harus digunakan grand design. Jika daerah tersebut menggunakan satu sumber air, maka dibutuhkan suatu tempat yang khusus diperuntukkan untuk daerah air bersih, daerah tersebut memiliki suatu penampungan yang disertai dengan pompa kecil untuk mengambil dari air tanah. Kemudian air bersih dari penampungan utama tersebut disalurkan ke rumah-rumah warga dengan pipa yang tertimbun didalam tanah. Sumber air seperti ini harus dimiliki setiap RW. Jika sumber air digunakan di tiap RW maka pengelolaannya bisa mudah karena untuk setingkat RW itu tidak terlalu ribet. Pipa-pipa yang selalu menjadi masalah warga karena sering diambil oleh warga lain untuk dipindahkan alirannya harus segera diatasi juga. Masalah “ngambil selang air” diatasinya dengan membuat pipa besar yang isinya pipa-pipa kecil yang dialirkan ke rumah warga. Jadi, pipa-pipa tersebut bisa tersusun rapi dan tidak akan dipindahkan aliran pipanya karena sudah aman (ditempatkan di pipa besar). Lalu pipa besar tersebut harus ditimbun di tanah sehingga orang lain yang berniat mengacaukan distribusi air akan kewalahan harus membongkar tanah dulu. Ini memang harus disertai kerja sama dari semua pihak, baik warga ataupun pemerintah. Dana juga menjadi pusat perhatian karena proyek ini menguras uang yang tidak sedikit, tetapi alangkah baiknya jika hal ini bisa terealisasi dan bisa jadi masalah krisis air bersih pun bisa diatasi karena sudah di awasi oleh pemerintah dan dikelola oleh warga sekitar untuk pengelolaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s