Inovasi Terbaru Berawal dari Air


Oleh Ferry Aldina

Ditujukan untuk mengikuti kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA

Apa ada orang yang mengira air itu akan habis beberapa tahun kemudian? Apa ada yang sudah memikirkan alternatiF pengganti air (hanya orang aneh yang memikirkan itu)? Ya, memang tidak usah khawatir dengan air. Air sudah diciptakan menjadi sumber daya alam yang sangat kaya persediannya. Jangan khawatir jika kehilangan air ataupun susah-susah memikirkan penggantinya dan memang jangan dipikirkan.
Masih ingat ketika ujian caturwulan SD (dulu masih belum semester) ketika ditanya “Sebutkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui?”. Dengan sangat yakin saya menjawab : “air, udara, tanah, dll.” Tidak terasa sudah sepuluh tahun lebih saya masih hidup dengan sumber kehidupan yang masih memberikan banyak manfaat untuk manusia. Ini membuktikan bahwa Tuhan sudah membuktikan kekuasaannnya yang sungguh tidak bisa kita prediksikan dan memang Tuhan memang Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk memposisikan air sebagai kebutuhan utama bagi kehidupan. Bumi ini yang di setting dua per tiganya merupakan air merupakan rahasia yang bisa terungkap latar belakang diciptakannya seperti demikian.
Dari dulu sampai sekarang, air memberikan kontribusi yang besar bagi kehidupan ini, baik sebagai mata pencaharian, sumber energi, dan ataupun sebagai penelitian oleh ilmuwan. Dari dulu sampai sekarang, kita juga banyak bergelut dengan air, sumber mata air, kebutuhan sehari-hari (mencuci, minum), atau bahkan bencana alam. Berbicara tentang bencana alam, alam sama sekali tidak memberikan bencana kepada kita tetapi yang harus digarisbawahi adalah kontribusi apa yang sudah diberikan kepada alam. Ini mungkin sebagai peringatan kecil saja kepada kita bahwa “kemarahan alam” yang dirasakan oleh kita menunjukkan seakan-akan alam berbicara “sudah seberapa jauhkah kita sudah merusak alam ini?”.
Banjir, erosi, tsunami, dan bencana alam lainnya sudah membuktikan kepada kita bahwa semuanya diakibatkan oleh perbuatan kita sendiri. Lebih uniknya lagi , semua bencana alam itu berkaitan dengan air. Memang disisi lain air memiliki banyak manfaat tetapi sangat rugi jika kita tidak memanfaatkan air atau bahkan kita menjadi salah satu bagian yang merusak alam dengan tidak memperhatikan lingkungan, khususnya air..
Disini saya akan menekankan sebuah pemahaman tentang SUNGAI. INGAT! Jangan pernah meremehkan sungai! Kita sudah merasakan “kemarahan” air sungai dengan meluapnya air sungai tersebut dan mengakibatkan banjir. Off course, kalaulah kita sadar akan pentingnya air dan memberikan kontribusi untuk sungai (umumnya air) misalkan dengan tidak membuang sampah di jalan, di sungai (meskipun sampahnya berukuran kecil), ataupun menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir untuk bahan-bahan kimia. Semua itu sangat bisa merusak sistem lingkungan dan mematikan sumber daya air sungai. Tidak sedikit industri yang ada di Indonesia membuang limbahnya ke aliran sungai. Mengingat air sungai itu sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari dan ketika air sungai sudah dimatikan manfaatnya maka coba tebak apa yang terjadi? Ya, banyak lagi timbul masalah lingkungan. Air sungai yang tercemar tersebut digunakan oleh ibu rumah tangga untuk keperluan memasak, mencuci, dan mandi. Tidak heran kalau banyak warga yang mengeluh sakit setelah melakukan aktivitas rutinnya. Hal ini pasti sebab air yang digunakan untuk keperluan sehari-harinya sudah tidak higienis dan menjadi sumber penyakit.
Kemudian dampak dari perbuatan kita yang tidak memperhatikan lingkungan, adalah ketika air hujan tidak bisa diserap dengan baik oleh tanah, puncaknya adalah terjadi erosi. Pertanyaan adalah siapakah yang salah, alam atau kita? Kita belum sadar akan hakikat dari diciptakannya air sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui, kita masih belum bisa mengolahnya dengan baik dan lebih tepatnya belum sadar akan pentingnya air untuk kebutuhan sekarang dan masa depan.
Melihat dari beberapa kejadian yang sudah menimpa bangsa ini, kita sudah seharusnya mulai bersahabat dengan air. Tidak ada waktu bagi kita untuk terus menunggu datangnya bencana lagi. Akan tetapi, tahukah anda? Air sudah memberikan banyak manfaat kepada kita. Air tidak sekali-kali langsung memberikan dampak lingkungan kalaulah kita tidak memberikan stimulan yang menyebabkan terjadinya bencana. Sungguh, kita sangat dibantu dengan adanya air, air yang merupakan sumber daya alam yang terus ada dan mungkin bisa dikembangkan pemanfaatannya. Kita sudah tidak asing lagi mendengar PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang mengkonversi air menjadi energi listrik. Baru-baru ini saya menemukan suatu inovasi sederhana dari orang-orang desa yang notabene hidupnya selalu berkecimpung di persawahan. Inovasi itu berasal dari di daerah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Para peternak domba memanfaatkan air sebagai perantara pakan ikan. Pasti masih bingung kan? Baik, saya akan menjelaskan latar belakang pembuatannya kemudian prinsip kerjanya. Dulu, orang-orang ketika ingin memberikan makanan ikan pasti harus membuat makanan ikan ataupun membelinya (bagi orang yang mau serba praktis) terlebih dahulu kemudian biasanya langsung menebarkan makanan ikan tersebut ke kolam ikan. Nah, dari sana lah para peternak domba (kok peternak domba bukannya peternak ikan?) ingin mengembangkan usahanya dengan membuat usaha baru yaitu beternak ikan. Gitu!
Langkah kerja dari inovasi ini terdiri dari dua, yaitu persiapan pakan ikan, proses peresapan oleh air, dan proses pemberian pakan ikan. Pertama-tama, persiapan pakan ikan adalah dengan mengambil dari sisa-sisa kotoran ternak domba yang sudah tercampur dengan rumput-rumput yang sudah dipotong-potong sebelumnya.

Setelah itu kemudian dengan pengaturan tinggi air yang akan menyerap pakan ikan. Prinsipnya jika air yang berada dibawah alat tersebut tidak sampai untuk membuat pakan ikan terebut meresap air maka dam kecil yang dibuat akan diupayakan menahan laju air yang mengalir sehingga permukaan air akan naik dan air akan diresap sehingga pakan ternak bisa menyerap dan merembes ke air. Pakan ternak yang merembes tersebut kemudian akan dimakan oleh ikan secara “mandiri”. Proses pemberian pakan ikan ternak berikutnya adalah seperti yang dilakukan sebelumnya yaitu dengan mengatur tinggi permukaan air dan membiarkan ikan menghampiri makanannya yang sudah disediakan secara “otomatis” dan tidak secara “manual”.
Daerah Singaparna ini memang bisa dikatakan bagus dalam sistem pengairan karena masyarakat sekitar masih mengandalkan mata pencaharian dengan bertani yang kemudian melakukan suatu sistem pengairan yang baik sehingga persawahan di daerah tersebut lumayan bagus dan indah.

Dari sanalah pemerintah memberika peluang lapangan kerja dengan mengembangkan usaha ternak domba yang di kelola oleh masyarakat dan kemudian muncul inovasi untuk membuat alat pakan ikan sederhana dengan memanfaatkan air dari dam kecil.
Tidak hanya masyarakat kota yang selalu punyai ide kreatif, kadang pemikiran yang sederhana oleh masyarakat desa akan memperlihatkan suatu hasil ide yang tidak banyak orang pikirkan dan ternyata sangat inovatif.. Kita masih terlalu susah untuk memikirkan yang sederhana dan terlalu asyik memikirkan yang berat-berat. Mainset berpikir kita harus segera dirubah dengan memikirkan suatu kreasi itu tidaklah harus selalu dengan pemikiran yang panjang nan memusingkan selagi itu masih bia dipikirkan dengan sederhana dan bisa menghasilkan karya yang tidak kalah dengan karya-karya yang lainnya. Orang selalu menilai hasil dan tidak melihat prosesnya. Memang hasil itu penting tetapi ketika hasil yang bagus dengan disertai proses yang sederhana, sangatlah memungkinkan orang lain memberikan nilai plus yang lebih.
Air sangat penting untuk kehidupan. Air sangat penting keberlangsungan mata pencaharian. Air sangat potensial untuk dimanfaatkan.Sudah banyak yang bisa kita manfaatkan dari air dan masih banyak lagi yang bisa kita kembangkan dari air. So, let’s improve your idea with the unlimited natural sources!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s