Maukah kau bersikap lemah lembut?

Fenomena ssekarang(kekerasan geng motor, kekerasan rumah tangga, kekerasan preman)

Sikap lahiriyah dan kepribadian itu memang timbul dari jati diri individu yang merasa sudah menemukan “enaknya” hidup jika bersikap sesuai yang diinginkan. Lingkungan lebih membantu seseorang untuk merubah kepribadian bahkan membuat seseorang berubah total 180 derajat, dari yang baik menjadi sangar dan membangkang ataupun sebaliknya.  Seperti yang kita ketahui, baru-baru ini sudah mulai kembali terdengar “gaung kekerasan” antar remaja yang dipicu dari geng motor. Perkelahian yang terjadi antara Geng Motor Brigez dan XTC merupakan suatu bukti bahwa remaja yang memang sudah memiliki sikap menyimpang memang susah untuk diatasi meskipun polisi kita sudah berupaya membersihkan kota dari geng motor mulai dari pencabutan kartu anggota, jaket, kaos, dan atribut lainnya.

Jika kita melihat kandungan Al-Quran yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak akan merubah sikapnya. Sesungguhnya hal yang sangat mudah jika Allah ingin menciptakan kaum atau masyarakat madani yang aman dan terciptanya kesejahteraan di semua aspek. Banyak sekali contoh yang bisa kita ambil dari Rasulullah Muhammad SAW yang sabar menghadapi perlakuan kaum kafir Quraisy yang sewenag-wenang bahkan ketika beribadah pun kaum kafir Quraisy selalu memberikan sikap kasar dan melukai tubuh Beliau. Adakah Nabi Muhammad SAW membalasnya dengan perlakuan yang kasar pula? Bahkan Nabi tetap istiqamah dan bersikap lemah lembut terhadap umatnya.

Pedoman Al-Quran dan As-Sunnah diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa faktor terpenting agar meminimalisir kekerasan yang terjadi, khususnya kekerasan antar remaja adalah faktor pembinaan dan pendidikan yang menjadi tanggung jawab keluarga. Pembinaan dan pendidikan yang baik akan memberikan bekal kepada anak agar terjaga dari lingkungan yang bisa merubah sikap mereka 180 derajat tadi. Dengan bersikap lemah lembut dalam mendidik dan memberikan pengajaran kepada anak-anak pun menjadikan anak sadar dengan sendirinya bahwa mereka akan tahu bahwa dengan bersikap lemah lembut bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan oranglain bahkan bisa memberikan perubahan kepada umat dan menunjukkan kepada jalan kebaikan, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sikap lemah lembut disini bukan berarti tidak tegas tetapi ada kalanya dalam melihat kesalahan bisa bersikap tegas tanpa menghilangkan nilai-nilai kelembutan dan manusiawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s