Sebuah Titik Kesalahan Manusia

Oleh : Ferry Aldina

Ketua Departemen Pengembangan Masyarakat KAMMI POLBAN

Masa Jihad 2010-2011

Sebelum jauh-jauh menjelaskan dimana titik kesalahan manusia, saya akan coba bawa anda ke dunia tes spontanitas berfikir.” Ketika anda dihadapkan ke sebuah kertas yang didalamnya ada sebuah titik, maka jika anda ditanya oleh anak kecil sekalipun ‘ apa yang bisa anda lihat dalam kertas tersebut?’ jika anda menjawab ADA SEBUAH TITIK HITAM, mungkin presentase orang yang mengira seperti anda menjadi bertambah. JARANG SEKALI orang yang menjawab ada banyak kumpulan warna putih yang menyelubungi titik hitam.”

Mulai dari tes sederhana itu dapat diambil benang merah ternyata dari berbagai macam permasalahan yang dihadapi manusia mengerucut kepada satu titik. Titik kesalahan tersebut adalah fikrah (pemikiran) kita yang sudah teralihkan secara otomatis.Kesalahan dalam berfikir mungkin bisa dibagi menjadi tiga bagian

  1. Pemikiran yang terlalu gegabah dalam mengambil peluang
  2. Pemikiran yang sering mengeluarkan hasil yang tidak berarti dan
  3. Pemikiran yang tidak melakukan pengkajian ulang dalam memecahkan masalah.

Tak dapat dielakkan lagi bahwa titik kesalahan manusia di dunia ini berasal dari manusia itu sendiri, sungguh mengherankan ghozul fikr (perang pemikiran) yang selalu bersitegang dengan bangsa barat masih terus berlangsung. Bayangkan jika bangsa barat telah mengubah pola pikir kita dalam bertindak dan sedikit demi sedikit islam akan hancur dengan sendirinya. Naudzubillah.

Pemikiran umat islam sebenarnya sudah benar karena menurut buku karangan Abdullah bin Qasim Al-Wasyli  yang berjudul “Syarah Ushul Ishrin” dijelaskan bahwa islam adalah syumul (sempurna) kesempurnaan islam itu mencakup fikrah karena islam itu sendiri adalah fikrah. Jika dikaitkan dengan poin “ ISLAM ADALAH FIKRAH” maka implementasi kita sebagai seorang muslim yang selalu dihadapkan berbagai masalah haruslah berpedoman kepada poin tersebut karena islam sendiri mengajarkan kepada kita bahwa pemikiran yang benar harus disertai perenungan (pengkajian) yang bersih. Jadi, mulailah dari sekarang sebelum terlambat, ubahlah pemikiran menjadi sesuatu yang memiliki nilai pengkajian yang benar tanpa dipengaruhi bangsa barat yag mengenyampingkan AL Quran dan As Sunnah. Pemikiran yang disertai denga perenungan dan penimbangan yang berarti Insyaallah akan menghasilka buah pemikiran yang baik pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s